DEN Sebut 95 Persen Siswa Penerima MBG Lebih Semangat Belajar, Minta Menu Diperbaiki

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:32:02 WIB
Studi DEN bersama BPS menemukan korelasi antara kualitas menu MBG dan semangat belajar siswa.

JAKARTA — Studi yang digelar DEN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lain menemukan korelasi antara mutu makanan dan dorongan belajar siswa penerima MBG. Firman menuturkan, ketika kualitas menu sangat baik, 95 persen siswa penerima mengaku semangat belajarnya lebih tinggi.

Sebaliknya, semangat belajar siswa menurun saat kualitas menu yang diberikan kurang baik. Temuan itu menjadi salah satu dasar DEN merekomendasikan perbaikan mutu makanan dalam pelaksanaan program MBG.

Kualitas Menu Disebut Berkorelasi dengan Rasa Lapar

Firman menegaskan, kualitas menu perlu menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan rasa lapar siswa selama di sekolah. "Artinya memang salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden yang tadi kami sampaikan, perlu diperhatikan kualitas menu MBG, gitu kan, karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah," kata Firman.

Studi tersebut memakai modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang disusun DEN bersama BPS dan sejumlah lembaga lain sejak tahun lalu. Modul mulai digunakan pada September 2025 untuk mengukur dampak program MBG pada sejumlah aspek, termasuk absensi, semangat belajar, dan rasa lapar siswa.

Penerima MBG Disebut Lebih Jarang Absen Sekolah

Dari aspek kehadiran, siswa penerima MBG tercatat relatif lebih jarang absen dibandingkan siswa non penerima. Selisihnya paling menonjol pada kelompok masyarakat paling miskin atau desil satu.

Semakin tinggi intensitas penerimaan MBG di sebuah sekolah, semakin besar pula penurunan absensi yang teramati. "Jadi, ketika dia non penerima MBG, dia akan sering absen. Sementara kalau penerima MBG, dia akan relatif tidak absen ke sekolah, dan ini semakin tinggi berkurangnya absen seiring dengan intensitas penerimaan MBG di sekolahnya," ujar Firman.

Distribusi Masih Terkonsentrasi di Perkotaan

Selain mutu menu, DEN menyoroti pemerataan penerima program. Data hingga September menunjukkan distribusi penerima MBG masih lebih terkonsentrasi di wilayah perkotaan ketimbang perdesaan.

Studi yang sama menemukan siswa dari kelompok ekonomi lebih mampu masih lebih banyak menerima MBG dibandingkan siswa dari kelompok miskin. Karena itu, Firman menyebut pemerintah perlu memperkuat prioritas penerima program.

"Artinya perlu ada prioritas yang lebih baik, terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan, dan masyarakat miskin, karena sekali lagi tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absensi siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar mereka di sekolah," pungkasnya.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top