KARO — Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo Peri Edisonta Milala merinci, 495 siswa terdampak berasal dari lima sekolah di wilayah Berastagi. Rinciannya, SD Yayasan Bersama 28 siswa, SMP Yayasan Bersama 43 siswa, SMA Yayasan Bersama 54 siswa, SMA Negeri 1 Berastagi 325 siswa, serta SMK Negeri Merdeka Berastagi 45 siswa.
Pihaknya masih berkoordinasi menyelesaikan rekening siswa yang terkendala data. Tujuannya memastikan seluruh siswa terdata bisa menerima bantuan tanpa terkecuali.
Besar Bantuan Dibagi Tiga Kategori Perawatan
DPD PDI Perjuangan Sumut menyesuaikan besaran tabungan dengan kondisi masing-masing siswa. Siswa dengan kondisi berat yang harus dirujuk ke fasilitas kesehatan menerima Rp 2,5 juta per orang.
Siswa yang menjalani rawat inap mendapat Rp 500 ribu per orang. Sementara siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan menerima Rp 300 ribu per orang.
Penyaluran dana dilakukan melalui kerja sama dengan BRI. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Soetarto menyebut perhatian serupa akan dilakukan di sejumlah daerah lain di Sumatera Utara.
“Semua ini bentuk kepedulian PDI Perjuangan Sumatera Utara terhadap persoalan yang dihadapi adik-adik siswa-siswi yang terdampak MBG. Kami juga terus memantau kondisi mereka, termasuk mengunjungi anak-anak yang masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Soetarto.
Pesan Megawati: Kader Harus Hadir di Tengah Rakyat
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon mengaku telah melaporkan perkembangan kondisi siswa Karo kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Laporan itu mencakup pemantauan kondisi anak-anak yang masih dalam perawatan.
“Ibu Megawati menanyakan bagaimana perkembangan anak-anak Karo yang terdampak. Saya menyampaikan bahwa kondisi mereka terus kita pantau. Pesan beliau kepada kami adalah agar kader selalu berada di tengah masyarakat, hadir dalam suka maupun duka, memberikan penguatan dan membantu masyarakat melewati masa-masa sulit,” kata Rapidin.
Rapidin menegaskan kehadiran partai di tengah keluarga siswa merupakan dukungan moral agar anak-anak lekas pulih. Ia berharap pengalaman tersebut tidak meninggalkan trauma bagi para siswa.
“Kami hadir untuk memberikan semangat, dorongan, dan penguatan kepada anak-anak kita. Mudah-mudahan mereka segera pulih dan tidak membawa pengalaman ini menjadi trauma. Kami ingin mereka tahu bahwa ada banyak pihak yang peduli dan ikut memberikan dukungan,” ujarnya.
Fraksi PDI Perjuangan Akan Kawal Aspirasi ke BGN
Ketua DPRD Kabupaten Karo Iriani Br Tarigan memastikan perhatian kepada siswa terdampak tidak berhenti pada tali asih. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karo akan mengawal persoalan ini, termasuk menyampaikan aspirasi warga kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami akan terus bersama masyarakat dan mengawal persoalan ini. Apa yang menjadi hak dan kebutuhan anak-anak serta orang tua akan terus kami perjuangkan melalui jalur yang ada,” ujar Iriani.
Ia menegaskan dukungan terhadap program MBG tetap berjalan, dengan catatan tata kelola pelaksanaannya harus diperbaiki. Keselamatan dan kesehatan anak disebutnya sebagai prioritas utama.
“Kami berharap ke depan tidak ada lagi anak-anak yang mengalami kejadian seperti ini. Program MBG tetap kita dukung, tetapi pelaksanaannya harus terus diperbaiki, termasuk tata kelolanya, agar keamanan dan kesehatan anak-anak menjadi perhatian utama,” katanya.