SUMATERA UTARA — Polisi menetapkan S (46), pengemudi mobil listrik BYD yang melindas pengemudi ojek online di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebagai tersangka. Hasil pemeriksaan sementara menyebut sopir mengaku kaget dan panik saat kejadian. Korban masih dirawat di RS Fatmawati setelah menjalani operasi.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan keterangan awal dari lokasi kejadian. Pemeriksaan terhadap S masih berlanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
"Supir tersangka, dan masih dalam pemeriksaan serta pendalaman oleh penyidik," kata Adiel kepada wartawan di Jakarta.
Lima Kendaraan Terlibat dalam Insiden
Kecelakaan di Jalan Panglima Polim tidak hanya melibatkan BYD dan sepeda motor Beat yang dikendarai korban. Adiel menyebut ada lima kendaraan tersangkut dalam peristiwa itu: BYD, Honda Beat, Wuling, Toyota Navi, dan Honda Mobilio.
Polisi belum merinci kronologi tabrakan beruntun tersebut. Penyidik masih mendalami urutan kejadian dan posisi masing-masing kendaraan saat insiden berlangsung.
Sopir Negatif Narkoba dan Alkohol
Hasil pemeriksaan urine menyatakan S negatif narkoba maupun alkohol. Temuan ini menepis dugaan awal bahwa kecelakaan dipicu pengaruh zat terlarang.
Meski begitu, Adiel menambahkan berdasarkan keterangan sementara, sopir mengaku kaget dan panik saat kejadian. Kondisi psikologis itu menjadi salah satu hal yang didalami penyidik untuk menjelaskan mengapa kendaraan bisa melindas korban.
Korban Masih Diobservasi di RS Fatmawati
Pengemudi ojol yang menjadi korban baru selesai menjalani tindakan operasi. Tim medis RS Fatmawati masih memantau kondisinya.
"Korban baru selesai pengambilan tindakan operasi, masih dalam observasi di RS Fatmawati," kata Adiel.
Belum ada keterangan resmi soal tingkat luka maupun prognosis korban. Pihak kepolisian juga belum menyampaikan apakah S ditahan atau masih menjalani pemeriksaan dengan status tersangka.
Kasus Mobil Listrik dan Perhatian Publik
Insiden ini menambah daftar kecelakaan yang melibatkan kendaraan listrik pribadi di Jakarta. BYD sendiri merupakan salah satu merek EV yang penjualannya tumbuh cepat di pasar Indonesia sepanjang tahun ini.
Polisi belum mengaitkan kecelakaan dengan faktor teknis kendaraan, seperti sistem pengereman regeneratif atau respons pedal. Fokus penyidikan sementara ada pada keterangan sopir dan olah tempat kejadian perkara.
Penyidik Ditlantas Polda Metro Jaya akan memeriksa saksi-saksi lain dan merekam ulang keterangan S sebelum menyerahkan berkas perkara. Adiel memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.