Pencarian

Ekonom USU Wahyu Ario Sebut Swasembada Pangan Jaga Harga Kebutuhan Pokok di Sumatera Utara

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 22:31:01 WIB
Ekonom USU Wahyu Ario Sebut Swasembada Pangan Jaga Harga Kebutuhan Pokok di Sumatera Utara
Ekonom USU Wahyu Ario Pratomo menyampaikan pandangannya mengenai swasembada pangan di Medan, Sabtu.

MEDAN — Wahyu Ario Pratomo menyampaikan pandangan tersebut di Medan, Sabtu, dengan menekankan bahwa swasembada pangan bukan sekadar soal produksi melimpah. Menurut dia, capaian produksi harus diikuti harga yang terkendali supaya manfaatnya sampai ke masyarakat.

"Swasembada pangan penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan memastikan masyarakat dapat memperolehnya dengan harga terjangkau," ujar Wahyu.

Harga Terkendali Jadi Kunci Daya Beli Warga

Wahyu menilai ketersediaan pangan yang melimpah perlu diimbangi harga yang terkendali. Tanpa itu, kata dia, masyarakat tidak bisa merasakan manfaat dari ketersediaan bahan pangan yang ada.

"Pemerintah harus memastikan masyarakat memiliki daya beli yang cukup dan harga pangan tetap terkendali," ujarnya.

Harga bahan makanan yang stabil disebutnya sebagai salah satu aspek penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Kebutuhan pangan sehari-hari, menurut Wahyu, hanya bisa terpenuhi jika harga di pasar tidak melonjak.

Cuaca dan Produktivitas Pertanian Perlu Dipantau

Ekonom USU itu juga menyoroti pentingnya memantau ketersediaan pasokan. Faktor cuaca dan produktivitas pertanian perlu diperhatikan karena keduanya memengaruhi produksi pangan.

Menurut Wahyu, capaian swasembada pangan bisa dipertahankan melalui upaya menjaga ketersediaan bahan makanan dan stabilitas harga. Dengan begitu, ketahanan pangan nasional semakin kuat.

Klaim Pemerintah: Delapan Komoditas Capai Swasembada

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan dua tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan. Capaian itu disertai peningkatan nilai tukar petani.

Zulhas menyebut capaian tersebut merupakan bagian dari penguatan produksi pangan dalam negeri. Kebijakan yang menyertainya meliputi perlindungan harga hasil pertanian, penyediaan pupuk bersubsidi, dan pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Delapan komoditas yang dinyatakan mencapai swasembada meliputi beras, jagung, gula konsumsi, cabai rawit, cabai besar, telur ayam, daging ayam, dan bawang merah.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks