MEDAN — Peluncuran Kampus Mandiri Pangan Polbangtan Medan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut Abdul Khalim, Ketua TP PKK Tanjungbalai Mashandayani, serta pimpinan instansi vertikal dan BUMD Sumut. Tiga kepala daerah mengikuti kegiatan secara daring: Bupati Humbang Hasundutan Oloan P Nababan, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, dan Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli.
Timur Tumanggor menilai kampus harus menjadi pusat ilmu pengetahuan, inovasi, sekaligus tempat penerapan keilmuan secara nyata. Dengan begitu, lingkungan perguruan tinggi bisa memberi kontribusi langsung terhadap persoalan yang dihadapi warga.
Cabai Jadi Perhatian karena Pengaruhi Inflasi Sumut
Program Kampus Mandiri Pangan dirangkai dengan gerakan menanam cabai serentak di seluruh Sumatera Utara. Gerakan itu diarahkan agar masyarakat dan lingkungan kampus memanfaatkan lahan yang tersedia secara lebih optimal, termasuk lahan di sekitar rumah.
Timur menyebut cabai sebagai komoditas yang berpengaruh besar terhadap inflasi di Sumut. Fluktuasi harganya berdampak langsung ke daya beli masyarakat, sehingga peningkatan produksi dan ketersediaan cabai perlu menjadi perhatian bersama.
"Cabai komoditi yang memiliki pengaruh besar pada inflasi, fluktuasi harga cabai dapat berdampak langsung ke daya beli masyarakat, peningkatan produksi dan ketersediaannya perlu menjadi perhatian kita," kata Timur Tumanggor.
Ilmu Kampus Diminta Berdampak ke Masyarakat
Direktur Utama Polbangtan Medan Nurliana Harahap menekankan mahasiswa pertanian tidak cukup unggul dalam keilmuan. Mereka juga dituntut mampu menghadirkan solusi atas persoalan di tengah masyarakat, salah satunya ketersediaan pangan.
"Kita berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengimplmentasikan keilmuan yang dia dapatkan di kampus, selain itu kami juga berharap gerakan pemanfaatan pemanfaatan lahan bisa semakin masif sehingga kita bisa mencapai kemandirian pangan," kata Nurliana Harahap.
Timur berharap program yang diinisiasi Polbangtan Medan menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain maupun masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan. Ia menilai ilmu yang diperoleh di kampus semestinya tidak berhenti pada teori, tetapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kita berharap lingkungan perguruan tinggi menjadi contoh pemanfaatan lahan, pengembangan budidaya tanaman pangan, penerapan teknologi pertanian serta pembentukan jiwa kewirausahaan mahasiswa, sehingga ilmu-ilmu yang didapat dari kampus bisa berdampak pada masyarakat," kata Timur Tumanggor.