5 Rekomendasi Saham IPOT saat IHSG Menguat 4,90%

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 10:05:01 WIB
IHSG ditutup menguat 4,90% ke level 5.439 pada pekan 19–23 Oktober 2026.

SUMATERA UTARA — IHSG ditutup di level 5.439 pada pekan 19–23 Oktober 2026, menguat 4,90% dibanding pekan sebelumnya. Meski begitu, investor asing masih mencatat aksi jual bersih Rp 8 triliun di pasar reguler. IPOT merilis sejumlah saham pilihan yang layak dicermati untuk trading pekan ini.

Penguatan indeks tidak otomatis berarti semua saham aman dibeli. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menyebut penguatan IHSG pekan lalu ditopang kombinasi sentimen global dan domestik yang relatif terjaga. Berikut rincian katalisnya sekaligus rekomendasi trading dari IPOT.

1. BI-Rate Ditahan di 5,75%

Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mengendalikan inflasi. Cadangan devisa sebesar US$146,5 miliar disebut memberi bantalan memadai dalam meredam gejolak eksternal.

2. The Fed, ECB, dan BoJ Sudah Naikkan Suku Bunga

Ketegangan di pasar moneter global relatif terjaga setelah kenaikan suku bunga acuan The Fed ke 3,75%–4,00%, disusul ECB dan BoJ. Data tenaga kerja AS yang masih solid menopang penguatan Dolar AS, namun pelaku pasar mulai mengantisipasi kestabilan yield US Treasury jangka panjang.

3. Harga Minyak Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Risiko geopolitik di Timur Tengah dan gangguan pada East–West Pipeline milik Saudi Aramco masih membayangi pasokan minyak global. "Meski demikian, dimulainya negosiasi terkait Selat Hormuz memberikan stabilitas parsial pada harga minyak mentah Brent dan WTI sehingga meredakan tekanan inflasi global secara bertahap," ujar David dalam keterangan resminya.

4. Isu Investability dan Pengumuman MSCI

Keterbukaan informasi struktur kepemilikan, porsi free float aktif, serta efektivitas perlindungan investor ritel masih jadi perhatian institusi global dalam menentukan bobot alokasi portofolio. Komitmen regulator memperkuat tata kelola bursa dinilai krusial menjelang pengumuman indeks MSCI.

5. Laporan Keuangan Q3-2026 Jadi Penentu

Fokus pergerakan IHSG pekan ini tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal ketiga dari emiten big caps. "Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak mixed dengan peluang menguji kisaran resistance 5.500–5.540 selama ditopang arus transaksi domestik yang solid," kata David menambahkan.

6. Buy UNTR, Target Rp 26.650

Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) direkomendasikan beli di harga 25.300 dengan target 26.650 atau potensi cuan 5,34%. Stop loss di 24.500, risk to reward ratio 1:1,7. Dalam jangka pendek, emiten ini berpotensi golden cross MA dan smart money sudah kembali masuk dalam 5 hari terakhir.

7. Buy on Breakout BDMN, Target Rp 5.600

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) direkomendasikan beli saat breakout di 5.100, dari harga saat ini 5.025. Target 5.600 atau 9,80%, stop loss 4.820, risk to reward ratio 1:1,8. Saham ini bergerak uptrend jangka pendek dengan dorongan smart money.

8. Buy PGEO, Target Rp 1.100

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) layak dilirik di harga 1.025 dengan target 1.100 atau 7,32%. Stop loss 990, risk to reward ratio 1:2,1. Dalam jangka pendek, harga konsisten di atas MA5 dan berpotensi breakout minor trendline.

9. Alternatif Reksa Dana: XIHD

Bagi yang enggan memilih saham tunggal, Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD) bisa jadi opsi. ETF berbasis dividen tinggi dari rangkaian Power Fund Series ini menawarkan yield bagi investor di tengah fluktuasi IHSG yang masih rentan.

Dari sembilan poin di atas, katalis domestik macam BI-Rate dan laporan Q3-2026 menjadi penopang utama, sementara sentimen global masih layak dipantau ketat. Rekomendasi IPOT tetap berbasis smart money, bukan sekadar ikut tren penguatan indeks.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: lensamedan.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top