SUMATERA UTARA — Delapan asosiasi provinsi PSSI sudah menuntaskan kongres dan memiliki ketua definitif, sementara 29 provinsi lain masih bergulir dan satu wilayah tersangkut sengketa. Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan menjadi dua yang terbaru mengukuhkan pimpinan masing-masing.
Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan tercatat sebagai dua provinsi terbaru yang menyelesaikan pemilihan. Hasnuryadi Sulaiman terpilih memimpin Kalsel, sedangkan Munafri Arifuddin mengisi kursi ketua untuk Sulsel.
Selain Kalsel dan Sulsel, enam provinsi lain yang sudah tuntas berkongres adalah Sumatra Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Papua Selatan. Nama-nama yang duduk sebagai ketua di antaranya Arya Sinulingga (Sumut), Yoga Swara (Lampung), Buky Wibawa (Jabar), Khairul Anwar (Jateng), Dessy Arfianto (DIY), serta Romanus Mbaraka (Papua Selatan).
Sisanya, mayoritas asprov masih menjalankan proses kongres dengan jadwal berbeda-beda. Ada yang menggelar pemilihan pada akhir Oktober, ada pula yang baru masuk awal hingga akhir November.
Satu provinsi menyimpan persoalan lebih rumit. Aceh sudah menggelar pemilihan dan menetapkan Nazir Adam sebagai ketua, namun hasil tersebut tidak diakui PSSI. Kini terjadi sengketa antara PSSI dengan anggota Asprov PSSI Aceh.
Kasus Aceh membuat jumlah provinsi yang benar-benar memiliki ketua sah secara federasi tetap di angka delapan, bukan sembilan. PSSI belum memberi keterangan resmi soal langkah penyelesaian sengketa tersebut.
Perhatian tersendiri tertuju ke Asprov DKI Jakarta. Posisi ketua di ibu kota sudah lama kosong dan untuk sementara hanya diisi pelaksana tugas dari PSSI akibat konflik berkepanjangan.
Sejumlah nama yang muncul sebagai calon di berbagai daerah merupakan sosok yang sudah lama berkecimpung di sepak bola nasional. Nabil Husein disebut mencalonkan diri di Kalimantan Timur, sementara Andre Rosiade masuk bursa Sumatra Barat.
Komposisi kandidat pun bervariasi. Beberapa asprov memiliki calon tunggal, sebagian lain diisi sejumlah nama yang bersaing memperebutkan kursi ketua.
Provinsi lain seperti Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Tengah belum merampungkan kongres.