Menag Bawa Hasil Kunjungan Vatikan dan Italia, Indonesia Disebut Model Moderasi Beragama

Penulis: Syahrul Karim  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 12:33:31 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hasil kunjungan kerja ke Vatikan dan Italia setibanya di Tanah Air, Kamis (29/10/2026).

SUMATERA UTARA — Kunjungan kerja Menteri Agama Nasaruddin Umar ke Assisi, Italia, dan Vatikan menghasilkan sejumlah peluang kerja sama internasional di bidang dialog antaragama dan pendidikan. Inggris, Australia, dan Pakistan menyatakan ketertarikan menjalin kolaborasi dengan Kementerian Agama dan Masjid Istiqlal. Gagasan ekoteologi dan diplomasi keagamaan yang disampaikan Indonesia juga akan diangkat menjadi tema besar forum pertemuan berikutnya.

Kementerian Agama mencatat respons positif dari sejumlah perwakilan negara yang ditemui dalam rangkaian kunjungan ke Italia dan Vatikan. Selain Inggris, Australia, dan Pakistan, dua perguruan tinggi di Italia dan Vatikan menyampaikan minat membangun kerja sama dengan Indonesia.

Inggris hingga Pakistan Antusias Tiru Pengelolaan Keberagaman

Menag menyebut ketertarikan tersebut muncul karena pengalaman Indonesia mengelola kemajemukan dinilai relevan bagi banyak negara. "Mereka ingin kerja sama dengan Kementerian Agama dan Istiqlal, terutama di Inggris, ya, kemarin Inggris, Australia, dan Pakistan," ujar Nasaruddin setibanya di Tanah Air, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, posisi Indonesia kini semakin diperhitungkan dalam diskursus moderasi beragama global. "Pokoknya Indonesia itu sekarang jadi model, ya, terutama moderasi beragama kita," ungkapnya.

Dua Universitas Italia dan Vatikan Ingin Belajar Pancasila

Salah satu lembaga yang menyatakan minat adalah PISAI (Pontificio Istituto di Studi Arabi e d'Islamistica), institut kepausan binaan Takhta Suci Vatikan. Nasaruddin menilai kolaborasi ini saling menguntungkan: Indonesia punya pengalaman mengelola kemajemukan, sementara Vatikan menyimpan kekayaan literatur dan tradisi keilmuan.

"Mereka berkepentingan untuk belajar ke Indonesia. Kita pun juga, saya kira, perlu belajar di Vatikan," tuturnya. Dalam kunjungan itu, Menag sempat menelusuri perpustakaan Vatikan dan menemukan koleksi literatur Islam yang jarang dijumpai di Indonesia maupun negara Timur Tengah.

Pidato 7 Menit yang Berubah Jadi 30 Menit

Perhatian peserta forum di Assisi melampaui perkiraan. Alokasi bicara yang semula tujuh menit berkembang menjadi sekitar 30 menit karena peserta ingin mengetahui lebih jauh soal Pancasila. "Pancasila itu bisa menjadi bukan hanya nilai-nilai Indonesia, tetapi juga bisa menjadi nilai-nilai universal," kata Menag.

Penyelenggara juga berencana menjadikan ekoteologi dan diplomasi keagamaan sebagai tema besar pertemuan mendatang. April tahun depan disebut sebagai salah satu momentum kelanjutan pembahasan, termasuk menindaklanjuti gagasan kerja sama antarumat beragama yang dibangun lewat Masjid Istiqlal.

Vatikan Soroti Peran Indonesia di Dunia Muslim

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan, kedua pihak membahas penguatan kerja sama dan nilai kemanusiaan universal. Vatikan memandang Indonesia sebagai negara berpopulasi Muslim besar yang berpengalaman menjaga kehidupan beragama moderat.

Titik temu yang disorot adalah komitmen membela kelompok tertindas tanpa membedakan latar belakang agama. "Bahwa siapa pun yang tertindas itu harus dibela, dari kelompok agama mana pun," tegas Nasaruddin. Ia berharap respons positif selama kunjungan berlanjut menjadi kerja sama konkret di bidang dialog antaragama, pendidikan, dan diplomasi keagamaan.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: uinsgd.ac.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top