SIMALUNGUN — Pelaksana Tugas Kepala BPODT Arditama Nusantara Putra menyebut penyelenggaraan festival dan kegiatan berskala internasional menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata Danau Toba. Agenda itu tidak hanya berpotensi menaikkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke pasar yang lebih luas.
Sejumlah kegiatan sudah disiapkan hingga akhir tahun. Salah satunya rencana kegiatan Pemerintah Kabupaten Simalungun di Parapat pada 14 November mendatang yang akan didukung BPODT.
Apa Saja Agenda yang Disiapkan BPODT?
Arditama menyebut Trail of The Kings (TOTK) – Lake Toba by UTMB akan dilanjutkan. Ajang lari lintas alam itu menawarkan rute dengan medan terjal, hutan, perbukitan, serta panorama Danau Toba.
BPODT juga memperkuat festival tahunan di kawasan sekitar Danau Toba. Di Kabupaten Karo, misalnya, terdapat Pesta Bunga dan Buah serta kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas di kawasan Gunung Sibayak.
"Kita akan mengedepankan event pariwisata. Event tourism diprediksi menjadi salah satu tren pariwisata paling terdepan ke depannya," kata Arditama.
Lake Toba Traditional Music Festival hingga Penampil Korea Selatan
BPODT telah menginisiasi Lake Toba Traditional Music Festival untuk memperluas daya tarik Kaldera Toba. Festival tersebut menghadirkan penampil dari Sumatera Utara, sejumlah daerah lain di Sumatera, hingga mancanegara, termasuk Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura.
"Kehadiran peserta dan penampil dari berbagai negara dinilai menjadi peluang untuk memperkenalkan Danau Toba kepada pasar wisata yang lebih luas," tuturnya.
Arditama menegaskan pengembangan berbagai kegiatan tersebut akan mengedepankan kolaborasi antarpihak. Menurutnya, penyelenggaraan festival dan kegiatan berskala internasional menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata Danau Toba.
Peluang Festival Danau Toba Internasional pada 2027
BPODT menyambut positif wacana penyelenggaraan kembali Festival Danau Toba Internasional yang disampaikan Komunitas Masyarakat Danau Toba (KMDT). Rencana pelaksanaannya masih memerlukan pembahasan dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Arditama menyebut peluang penyelenggaraan festival tersebut sedang dijajaki untuk 2027. Persiapannya perlu mempertimbangkan potensi kegiatan dan dukungan dari berbagai pihak.
"Karena tahun ini sudah memasuki penghujung tahun, kegiatan pariwisata yang dapat kami informasikan adalah rencana kegiatan Pemerintah Kabupaten Simalungun pada 14 November mendatang di Parapat. Kegiatan tersebut juga akan kami dukung," ujar Arditama saat ditemui, Kamis (29/10/2026).