MEDAN — Muhammad Fadly Abdina menyebut hasil yang diraih kontingen Tanjungbalai pada MTQ tahun ini patut disyukuri, meskipun belum menyentuh peringkat teratas. "Meski belum meraih yang terbaik, kita tidak perlu berkecil hati," ujarnya usai menghadiri penutupan di Astaka Dispora Sumut, Deliserdang.
Evaluasi Pembinaan untuk MTQ Mendatang
Fadly menekankan persiapan jangka panjang harus dimulai sejak dini, bukan hanya menjelang perlombaan. Ia meminta pembinaan dan pengembangan para qari serta qariah diperkuat agar mampu bersaing lebih ketat pada edisi berikutnya.
"Harapannya pada pelaksanaan MTQ berikutnya seluruh persiapan harus benar-benar dipersiapkan dengan baik, baik itu pembinaan dan pengembangan para qari dan qariah agar dapat membawa nama Kota Tanjungbalai tampil maksimal," kata Fadly.
Apresiasi untuk Pelatih dan Pembina
Wakil wali kota juga memberikan penghargaan kepada pelatih, official, dan pendamping yang telah berjuang membawa nama daerah selama mengikuti MTQ tingkat provinsi. Ia menyebut peran mereka dalam membangun tradisi pembelajaran Al-Qur'an di daerah sangat penting.
"Apresiasi kepada para qari, qariah, pelatih, pembina, pendamping, serta seluruh pihak yang selama ini konsisten membangun tradisi pembelajaran Al-Qur'an di daerahnya," pungkasnya.
MTQ Bukan Sekadar Lomba, tapi Sarana Mendalami Al-Qur'an
MTQ ke-40 Sumatera Utara mengusung tema "Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Langkah Menuju Kolaborasi Sumut Berkah". Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dalam sambutannya menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur'an.
"Ini seperti training, seperti Ramadan. Kita dilatih selama sebulan untuk menjalani 11 bulan sisanya dengan lebih baik. Di sini kita dilatih selama 10 hari untuk lebih mengenal Alquran dan mendalaminya pada bulan-bulan berikutnya," ujar Bobby Nasution.