MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membuka peluang kerja sama dengan Danareksa dan PT Kawasan Industri Medan untuk mengembangkan sentra usaha dan kawasan industri baru. Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menyebutkan, percepatan realisasi investasi akan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di daerah.
“Kami terus mengevaluasi BUMD kami agar bisa memaksimalkan sumber daya yang kami miliki, memaksimalkan aset dan terus meningkatkan profesional dan akan semakin kuat saat berkolaborasi dengan BUMN dan pemerintah pusat,” kata Bobby Nasution di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan.
Lahan untuk Kawasan Industri Sudah Disiapkan
Bobby menyampaikan bahwa Pemprov Sumut telah menyiapkan lahan untuk pengembangan kawasan industri. Pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk merealisasikan proyek tersebut.
“Kami sangat berharap kerja sama dan pengembangan tersebut dapat direalisasikan secepatnya sehingga lebih cepat bisa dirasakan masyarakat dampak pengembangan ini,” ujar Bobby.
Danareksa Siapkan Skema Pengembangan Vertikal dan Horizontal
Direktur Utama Danareksa Ngurah Wirawan menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti tawaran Pemprov Sumut. Menurutnya, pengembangan kawasan industri bisa dilakukan secara vertikal di perkotaan dan horizontal di kawasan yang masih memiliki area luas.
“Kami tentu siap untuk bekerja sama dan sudah menyiapkan beberapa langkah menindaklanjuti tawaran Pemprov Sumut terkait pengembangan industri baru,” kata Ngurah Wirawan.
Pemerintah pusat, lanjut Ngurah, akan memberikan dukungan dari sisi tata ruang. Sementara pelaksanaan pengembangan tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah. Ia optimistis pengembangan kawasan industri dan ekonomi akan menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi Sumut.
Target Kontribusi Ekonomi Sumut Capai 7,1 Persen
Pertemuan itu juga membahas target pertumbuhan ekonomi nasional di mana Sumut ditargetkan berkontribusi sebesar 6,7 persen hingga 7,1 persen. Untuk mencapai target tersebut, Bobby menyebutkan dibutuhkan subsidi silang, peningkatan investasi, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, dan BUMD.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Umum Danareksa Andi Seto, Komisaris PT KIM Kahfi Aulia, Direktur PT KIM Daly Mulyana, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Pemprov Sumut.