BINJAI — Sebanyak 85 persen warga binaan Lapas Kelas IIA Binjai merupakan warga asli Kota Binjai. Fakta itu menjadi alasan utama Kepala Lapas Binjai, Mochamad Mukaffi, mendatangi Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, di kantor Pemkot, Senin (29/6/2026).
Mukaffi datang bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Rudi Icuana Sembiring, Kasubsi Bimbingan Kerja, Indra Sitorus, serta Kaur Kepegawaian, Rahman Nasution. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan membahas kerja sama kelembagaan secara konkret.
Pembinaan Warga Binaan Butuh Dukungan Pemkot
Mukaffi menyampaikan bahwa keberhasilan pembinaan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, warga binaan yang menjalani masa pidana di Lapas Binjai akan kembali ke tengah masyarakat Binjai setelah selesai menjalani hukuman.
“Sebagian besar Warga Binaan merupakan masyarakat Kota Binjai yang sedang menjalani proses pembinaan. Oleh karena itu, kami memandang penting adanya sinergi dengan Pemerintah Kota Binjai agar program pembinaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Mukaffi.
Ia menambahkan, sinergi merupakan salah satu tata nilai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang terus diimplementasikan di Lapas Binjai.
Sekda Binjai: Lapas Mitra Strategis Pemkot
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, mengapresiasi langkah jajaran Lapas yang proaktif menjalin komunikasi. Ia menegaskan bahwa Pemkot Binjai berkomitmen mendukung eksistensi Lapas sebagai institusi penegak hukum yang memiliki peran strategis.
“Kami senantiasa mendukung eksistensi Lapas Binjai sebagai institusi penegak hukum yang melaksanakan pembinaan bagi Warga Binaan. Semoga silaturahmi dan sinergi yang telah terjalin ini dapat terus dipertahankan dan semakin diperkuat demi memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Binjai,” ungkap Chairin.
Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi berkelanjutan antara Lapas Binjai dan Pemkot Binjai. Program pembinaan seperti pelatihan keterampilan kerja dan pendidikan bagi warga binaan bisa mendapat dukungan dari dinas-dinas terkait di lingkungan Pemkot.
Dengan adanya sinergi ini, warga binaan yang keluar dari Lapas Binjai diharapkan tidak kembali lagi ke dunia kriminal, melainkan menjadi anggota masyarakat yang produktif dan mandiri. (S. S)