MEDAN — Paviliun Mandailing Natal di ajang PRSU ke-50 tak hanya menyajikan kopi Mandailing yang sudah legendaris. Sejumlah produk inovasi pangan lokal, terutama olahan labu jipang dari Desa Sibanggor, justru mencuri perhatian pengunjung sejak pameran dibuka pada Jumat (3/7) lalu.
Produk tersebut merupakan hasil pembinaan PT SMGP bersama Tim Penggerak PKK Madina dan pemerintah desa setempat. Selain labu jipang dengan berbagai varian, paviliun yang berlangsung hingga 2 Agustus ini juga memamerkan keripik pepaya, keripik sambal Mandailing, stik caisim, hingga kue semprong.
Kolaborasi Tiga Pilar Dorong UMKM Naik Kelas
Bupati Saipullah Nasution saat meninjau paviliun pada malam pembukaan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat. Ia menyebut PT SMGP sebagai contoh konkret kolaborasi yang berhasil mengangkat potensi lokal.
“Salah satu perusahaan yang saat ini berkolaborasi dengan produk lokal adalah PT SMGP. Produknya bernama labu jipang. Ke depan, perusahaan-perusahaan lain di Madina juga akan kita ajak berkolaborasi,” ujarnya.
Menurut Saipullah, produk labu jipang diharapkan bisa menjadi oleh-oleh khas Mandailing Natal yang dikenal luas. Dukungan dari perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi itu dinilai strategis untuk memperluas akses pasar UMKM binaan.
Dari Keripik hingga Kopi, Madina Tawarkan 12 Produk Unggulan
Paviliun Madina tidak hanya menyajikan makanan ringan. Pengunjung juga bisa menemukan alame, kipang pulut, dan kopi Mandailing yang telah menjadi komoditas unggulan daerah. Di sektor kerajinan, tersedia produk amak lampisan berbahan pandan serta aneka anyaman rotan.
“Dengan ditampilkannya potensi UMKM dan olahan pangan lokal dari Madina, semoga dapat dilirik pengunjung dan investor untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” harap Saipullah.
Produk-produk yang dipamerkan berasal dari Desa Sibanggor dan sekitarnya. Inovasi olahan berbahan dasar labu jipang dinilai relatif baru dan menjadi pembeda dibanding paviliun daerah lain.
PRSU ke-50 Jadi Momentum Perluas Pasar Produk Lokal
PRSU tahun ini mengusung tema “Harmoni Emas”. Bupati menyebut keikutsertaan Madina menjadi momentum strategis untuk mendorong UMKM naik kelas. Antusiasme pengunjung diperkirakan terus meningkat selama pameran berlangsung beberapa pekan ke depan.
Selain produk binaan PT SMGP, paviliun Madina juga menampilkan hasil pertanian unggulan lainnya. Pemerintah daerah berharap ajang ini bisa menjadi etalase bagi produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.