MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara melaporkan angka kunjungan pasien yang signifikan di enam Klinik Mediska selama paruh pertama 2026. Data menunjukkan sebanyak 8.715 kunjungan telah dilayani, dengan 3.310 kunjungan atau sekitar 38 persen berasal dari masyarakat umum dan peserta BPJS Kesehatan.
Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyatakan tingginya angka ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan yang dikelola perusahaan kereta api tersebut. “Artinya, setiap bulan rata-rata ada lebih dari 500 masyarakat umum yang memanfaatkan Klinik Mediska KAI untuk mendapatkan layanan kesehatan tingkat pertama,” ujar Anwar.
Rata-rata 500 Kunjungan Umum per Bulan
Anwar menambahkan bahwa Klinik Mediska tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja dan keluarga besar KAI, tetapi juga terbuka bagi peserta BPJS Kesehatan mandiri dan masyarakat umum. Hingga Semester I 2026, sebanyak 8.616 peserta BPJS Kesehatan telah resmi mendaftarkan Klinik Mediska sebagai FKTP pilihan mereka.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran kami memberikan dampak langsung dalam mempermudah akses kesehatan publik,” jelas Anwar.
Enam Klinik Tersebar di Sumut, Semua Berakreditasi Paripurna
Saat ini, KAI Divre I Sumatera Utara mengelola enam Klinik Mediska yang berlokasi di Medan, Pulobrayan, Binjai, Tebing Tinggi, Kisaran, dan Pematangsiantar. Seluruh klinik telah meraih Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan.
Status akreditasi tertinggi ini menjadi jaminan mutu pelayanan. “Didukung oleh tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai,” kata Anwar mengenai standar yang telah dicapai.
Komitmen KAI: Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan Primer
Ke depan, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan standar pelayanan kesehatan di seluruh Klinik Mediska. Targetnya adalah mempertahankan posisi sebagai pilihan utama bagi pekerja, keluarga pekerja, peserta BPJS Kesehatan, dan masyarakat luas.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar Klinik Mediska tetap menjadi pilihan utama,” pungkas Anwar.