Pencarian

Tim Gabungan Padamkan Sisa Api TPA Jatiwaringin, Lima Hari Lagi Ditargetkan Tuntas

Kamis, 09 Juli 2026 • 19:54:31 WIB
Tim Gabungan Padamkan Sisa Api TPA Jatiwaringin, Lima Hari Lagi Ditargetkan Tuntas
Petugas gabungan terus memadamkan sisa api di TPA Jatiwaringin dengan metode pembongkaran tumpukan sampah.

SUMATERA UTARA — Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan TNI/Polri terus menyisir area TPA Jatiwaringin yang terbakar. Hingga hari kesepuluh, tim berhasil mempersempit luas area yang terbakar menjadi sekitar 5 persen dari total 2,5 hektare lahan yang sebelumnya dilalap api. Titik-titik api yang tersisa berada di lapisan sampah tua sedalam 15 meter, menyulitkan proses pendinginan.

Metode Penyemprotan dan Pembongkaran Tumpukan Sampah

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Aceng Solahudin, mengatakan pihaknya mengerahkan 12 unit mobil pemadam dan dua unit alat berat. “Kami tidak hanya menyemprot dari atas, tapi juga membongkar tumpukan sampah untuk menjangkau titik api di dalam. Ini yang memakan waktu,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (15/4).

Metode pembongkaran dilakukan untuk memastikan api di lapisan bawah benar-benar padam. Petugas juga menyemprotkan busa pemadam khusus ke area yang sulit dijangkau air. Material sampah yang sudah dingin kemudian dipindahkan ke zona aman untuk mencegah penyalaan ulang.

Asap dan Gangguan Kesehatan Warga Sekitar

Meski area api menyusut, asap tebal masih menyelimuti permukiman di Kelurahan Jatiwaringin. Sejumlah warga melaporkan gangguan pernapasan dan iritasi mata. Posko kesehatan darurat yang didirikan BPBD mencatat 45 warga telah mendapat perawatan sejak hari pertama kebakaran.

“Kami imbau warga menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama lansia dan balita. Kami juga terus menyemprot air ke udara untuk meredam partikel asap,” kata Kepala BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso. Petugas juga membagikan ribuan masker gratis secara door-to-door.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Pemerintah Kota Bekasi belum merilis hasil investigasi penyebab kebakaran yang mulai terjadi pada pekan lalu. Dugaan sementara, api berasal dari titik gas metana yang terbakar akibat suhu tinggi di permukaan sampah. “Kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel tanah dan gas di lokasi,” ujar Aceng.

TPA Jatiwaringin sendiri menerima sekitar 700 ton sampah per hari dari wilayah Bekasi dan sekitarnya. Tumpukan sampah setinggi 20 meter di zona terbakar telah berusia lebih dari lima tahun. Peristiwa serupa pernah terjadi pada 2022, namun api berhasil dipadamkan dalam waktu tiga hari.

Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material akibat kerusakan infrastruktur dan terganggunya proses pengolahan sampah masih dalam penghitungan. Pemerintah berjanji akan mengevaluasi sistem pengelolaan gas metana di TPA untuk mencegah kebakaran serupa di masa mendatang.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks