MEDAN — Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, memastikan percepatan penggunaan portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebagai bagian dari reformasi sistem penyaluran bantuan sosial. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menyebut langkah ini merupakan upaya memanfaatkan perluasan infrastruktur digital publik.
"Ini komitmen kami untuk mereformasi sistem penyaluran bantuan sosial di Kota Medan dengan memanfaatkan perluasan digital public infrastructure," ujar Rico di Medan, Jumat.
Target Pendaftaran Selesai dalam Dua Bulan
Rico menginstruksikan seluruh camat untuk segera menuntaskan pendaftaran perlindungan sosial bagi warga melalui portal Perlinsos. Setiap wilayah diminta memiliki target mandiri dan memperbarui data setiap hari.
"Setiap wilayah harus punya target mandiri dan camat wajib melakukan update data perlinsos setiap hari agar target terus diingat," katanya.
Proses pendaftaran ditargetkan rampung dalam kurun waktu satu hingga dua bulan. Rico berharap Dinas Sosial melakukan pengawasan ketat terhadap kemajuan program ini.
"Saya berharap Dinas Sosial melakukan monitoring ketat terhadap kemajuan program ini dan menugaskan ASN Dinsos khusus untuk memantau pergerakan di lapangan," ujarnya.
Digitalisasi Bansos untuk Tekan Kesalahan Data
Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, menyebut digitalisasi bansos merupakan jawaban atas keluhan masyarakat terkait kesalahan sasaran penerima. Sistem ini dirancang untuk mengatasi dua masalah utama: inclusion error (bantuan salah sasaran) dan exclusion error (penerima layak tidak terdaftar).
"Portal Perlinsos proses pendaftaran menjadi otomatis, cepat, transparan, dan akuntabel. Warga tidak lagi direpotkan oleh dokumen yang berbelit-belit dan waktu verifikasi lapangan terpangkas signifikan," ujar Khoiruddin.
Transparansi dan Efektivitas Bantuan
Wali Kota Rico menekankan bahwa sistem tersebut akan menciptakan penyaluran bantuan yang transparan, tepat sasaran, dan bebas dari birokrasi yang berbelit. Pemerintah kota saat ini tengah mengoptimalkan portal dengan merampungkan berbagai persiapan, termasuk pendaftaran bagi penerima manfaat.
Seluruh camat juga diminta melaporkan perkembangan serta memantau pengawasan portal Perlinsos secara berkala. Langkah ini diambil untuk memastikan target percepatan yang telah ditetapkan dapat terwujud sesuai jadwal.