DELISERDANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Sumut menggencarkan edukasi keuangan di Kampung Keluarga Berkualitas, Deli Serdang. Pelatihan digelar Rabu (8/7) sebagai respons terhadap kesenjangan antara akses masyarakat terhadap produk keuangan dan pemahaman mengelolanya secara aman.
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara, Yusri, menekankan pentingnya literasi keuangan dimulai dari unit terkecil masyarakat. "Banyak keputusan keuangan penting justru dimulai dari rumah tangga, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, berutang secara bijak, memilih produk keuangan, hingga memastikan keluarga terhindar dari penipuan dan aktivitas keuangan ilegal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026).
Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,51 persen. Namun, tingkat literasi keuangan baru berada di angka 66,46 persen. Yusri menyebut celah ini berbahaya karena masyarakat yang punya akses ke produk keuangan tetapi minim pemahaman berisiko menjadi korban investasi ilegal, judi online, dan pinjaman online ilegal.
Target nasional dalam RPJPN 2025–2045 menetapkan inklusi keuangan harus mencapai 98 persen. Sementara RPJMN 2025–2029 menargetkan literasi keuangan sebesar 69,35 persen dan inklusi keuangan 93 persen pada 2029.
Kampung KB Jadi Garda Depan Edukasi
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Mahyuzar, mengatakan Kampung Keluarga Berkualitas memiliki posisi strategis sebagai wadah integrasi program pembangunan keluarga. Melalui kolaborasi dengan OJK, edukasi keuangan diharapkan menjangkau masyarakat lebih luas lewat peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), dan Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Mahyuzar menambahkan, peringatan Harganas menjadi momentum memperkuat ketahanan keluarga tidak hanya dari sisi kependudukan, tetapi juga kemampuan menghadapi tantangan keuangan.
Materi Pelatihan: Dari Tabungan Hingga Bahaya Pinjol Ilegal
Peserta mendapat edukasi pengelolaan keuangan keluarga, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, bahaya judi online, serta penggunaan pinjaman online secara bijak. Bank Syariah Indonesia (BSI) turut memberikan materi pengelolaan keuangan berbasis syariah dan pentingnya menabung untuk perencanaan masa depan.
Kegiatan dihadiri Sekretaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Deli Serdang, Sri Mahyuni, beserta jajaran, para pemangku kepentingan, serta pengelola program pembangunan keluarga se-Kabupaten Deli Serdang.