MEDAN — Direktur PTKU MUI Sumut, Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, membuka kegiatan dengan menegaskan misi lembaganya: mencetak kader yang bukan sekadar alim, melainkan juga pembela dan pengamal agama. “Ketiga aspek tersebut menjadi landasan dalam proses pendidikan yang dijalankan di PTKU,” ujarnya dalam sambutan.
Mengapa Kader Ulama Harus Kuasai Kitab Turats?
Ketua Umum MUI Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, memberikan penekanan khusus pada penguasaan kitab-kitab turats. Menurutnya, kemampuan memahami, menguasai, dan menjelaskan literatur klasik itu menjadi bekal mutlak bagi mahasiswa PTKU. “Sehingga dapat memberikan pencerahan dan bimbingan kepada umat berdasarkan khazanah keilmuan Islam,” katanya.
Islam Masa Depan: Antara Akhirat dan Solusi Zaman
Dalam sesi materi, H. Muhammad Ichsan Hakim Batubara mengajak peserta untuk tidak hanya fokus pada teks, tetapi juga pada konteks. Ia menekankan bahwa kader ulama masa depan dituntut memiliki wawasan luas terhadap perkembangan dunia Islam dan isu-isu kontemporer. “Mahasiswa PTKU diharapkan mampu mengenali isu-isu keislaman yang berkembang dan mengembangkan dakwah Islam dengan wawasan yang luas, sehingga tercipta keseimbangan antara kehidupan dunia dan orientasi akhirat,” ujarnya.
Ichsan juga mendorong mahasiswa untuk tidak alergi pada perkembangan zaman. Justru, pemahaman yang mendalam terhadap ilmu agama harus mampu melahirkan pemikiran dan solusi yang relevan bagi masyarakat modern.
Dihadiri Mahasiswa dan Pengurus MUI
Studium General yang berlangsung di Aula MUI Sumut itu diikuti oleh mahasiswa PTKU, dosen, pengurus MUI Sumatera Utara, serta sejumlah undangan. Acara juga disiarkan secara langsung melalui live streaming untuk menjangkau peserta yang tidak bisa hadir secara fisik.