SUMATERA UTARA — Pemilik bengkel di Jl. Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat, mengungkapkan temuan mengkhawatirkan terkait penggunaan filter bahan bakar palsu pada mobil bekas. "Waktu dilihat filter bahan bakar masih terlihat bersih, padahal kotoran sudah banyak yang masuk," tutur pria tersebut.
Filter Tampak Bersih, Mesin Justru Terancam
Fenomena ini menjadi jebakan bagi pemilik mobil bekas yang tergiur harga filter lebih murah. Secara visual, filter palsu memang tampak masih baru dan bersih, sehingga pemilik kerap menganggap kondisinya masih layak pakai.
Padahal, material filter yang tidak sesuai standar gagal menyaring partikel kotoran sekecil apapun. Akibatnya, kotoran lolos dan masuk ke saluran bahan bakar menuju mesin.
Risiko Kerusakan yang Lebih Mahal dari Harga Filter
Dampak paling ringan adalah tersumbatnya injektor bahan bakar. Pada tahap lebih parah, kotoran bisa menggores dinding silinder atau merusak katup mesin.
Biaya perbaikan untuk membersihkan tangki, mengganti injektor, atau turun mesin jelas jauh lebih mahal dibandingkan selisih harga filter orisinal dengan yang palsu. Untuk mobil bekas yang sistem bahan bakarnya mungkin sudah tidak prima, risiko ini berlipat ganda.
Ciri Filter Bahan Bakar Palsu yang Perlu Diwaspadai
Pemilik mobil bisa melakukan pengecekan sederhana. Filter orisinal biasanya memiliki cetakan kode part yang jelas, rapatan karet yang presisi, dan berat yang lebih solid saat digenggam.
Filter palsu sebaliknya, seringkali memiliki cetakan buram, karet yang lebih lunak, dan bobot lebih ringan. Namun, cara paling aman tetaplah membeli di bengkel resmi atau toko sparepart terpercaya.
Pemilik Mobil Bekas Paling Rentan Terkena Imbas
Pemilik mobil bekas menjadi sasaran empuk peredaran filter palsu. Alasannya, biaya perawatan yang sudah dikeluarkan untuk membeli unit bekas seringkali membuat pemilik ingin menekan pengeluaran operasional, termasuk membeli suku cadang murah.
Padahal, investasi pada filter bahan bakar orisinal adalah langkah preventif yang jauh lebih ekonomis ketimbang harus merogoh kocek dalam-dalam untuk perbaikan mesin di kemudian hari.