SUMATERA UTARA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen itu saat groundbreaking pembangunan fisik proyek di Saumlaki, Kamis (16/7) lalu. Ia menyebut, operator blok, Inpex Masela Ltd., bersama pemerintah daerah harus memperkuat program pelatihan vokasi agar warga lokal mampu mengisi posisi teknis dan strategis sejak tahap konstruksi hingga operasional.
Prioritas Tier Satu dan Dua, Baru ke Jawa
Bahlil mengungkapkan telah bersepakat dengan President & CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda. Isinya, masyarakat dari wilayah tier satu dan dua — area terdekat dengan proyek — akan diutamakan lebih dulu dalam penyerapan tenaga kerja.
"Kalau sudah habis, kita ambil dari saudara-saudara kita di Jawa atau di luar negeri. Tapi selama ada di sini, pakai dulu di sini. Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk, tidak kita memprioritaskan mereka," ujar Bahlil dalam sambutannya, Jumat (17/7).
Ganti Untung untuk Lahan Turun-Temurun
Persoalan lahan menjadi salah satu isu paling sensitif di proyek ini. Bahlil menyadari banyak warga telah mengelola lahan di kawasan hutan secara turun-temurun, meski status tanahnya milik negara.
Pemerintah, kata dia, akan menyiapkan kebijakan kompensasi khusus. "Saya membuat kebijakan, sudah berang tentu nanti kami akan laporkan dan minta arahan (Presiden) agar mereka diberikan ganti rugi, bukan ganti rugi tapi ganti untung untuk dipergunakan sebaik-baiknya," jelas Bahlil.
Skema "ganti untung" ini diharapkan bisa menjadi solusi atas konflik agraria yang kerap menghambat proyek serupa di daerah lain.
Harapan Warga: Pekerjaan dan Masa Depan Cucu
Gerson, warga Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Pria 74 tahun yang memiliki empat anak dan dua cucu ini berharap proyek raksasa itu membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
"Terima kasih kepada bapak-bapak yang sudah mulai Proyek Masela ini ke depan untuk kepentingan dari anak sampai cucu kita lebih maju," kata Gerson.
Ia juga berharap masyarakat lokal mendapat peluang kerja yang layak begitu konstruksi berjalan. "Kalau proyek ini sudah jalan, semoga dapat memberi peluang kita masyarakat mendapat pekerjaan bagus dan baik," imbuhnya.
Proyek Terbesar, Dampak Langsung ke Daerah
Blok Masela merupakan salah satu lapangan gas terbesar di Indonesia. Dengan investasi USD 20,9 miliar, proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan memperkuat pasokan energi dalam negeri dan membuka isolasi ekonomi di wilayah timur Indonesia.
Pemerintah dan Inpex berjanji akan memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, terutama dalam perlindungan hak masyarakat, pengembangan tenaga kerja, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Jika komitmen itu dijalankan, warga Tanimbar tak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.