MEDAN — Peringatan dini BMKG menempatkan Sumatera Utara pada level ancaman yang lebih tinggi dibandingkan belasan provinsi lain yang hanya berstatus Waspada. Tidak ada satupun wilayah di Indonesia yang masuk kategori Awas atau berpotensi hujan sangat lebat hingga ekstrem, namun kewaspadaan ekstra tetap diwajibkan bagi Sumut.
Apa Saja Ancaman yang Mengintai Warga Sumut?
BMKG secara spesifik mengingatkan bahwa status Siaga menyasar langsung wilayah Sumatera Utara. Untuk daerah dengan status ini, jenis ancaman yang wajib diwaspadai secara mandiri oleh masyarakat meliputi banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.
Sementara itu, provinsi lain yang berstatus Waspada—seperti Aceh, Sumatra Barat, Riau, hingga DKI Jakarta—memiliki potensi bencana dalam skala lebih ringan, seperti genangan air, luapan sungai, atau longsor skala kecil. Meski begitu, warga di daerah tersebut tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
Wilayah Terdampak Angin Kencang di Hari Pertama dan Kedua
Selain hujan lebat, BMKG juga menerbitkan peringatan dini potensi angin kencang. Pada Senin (20/7), angin kencang diprediksi melanda Banten, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Memasuki Selasa (21/7), pola angin kencang bergeser ke Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Sementara itu, status Siaga Sumatera Utara diperkirakan masih bertahan di hari kedua.
Daftar Provinsi yang Masih Waspada pada Selasa (21/7)
Pada hari kedua, provinsi yang masuk kategori Waspada mengalami pergeseran. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua Pegunungan.
Imbauan BMKG: Pantau Info Resmi dan Antisipasi Dini
BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk konsisten memantau perkembangan informasi cuaca mutakhir melalui kanal resmi milik BMKG. Langkah antisipasi ini dinilai penting agar warga dapat meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi sejak dini.
"Khusus untuk wilayah yang menyandang status Siaga seperti Sumatra Utara, jenis ancaman yang wajib diwaspadai secara mandiri meliputi bencana banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor," demikian pernyataan resmi BMKG yang dikutip dalam keterangannya.