SAMOSIR — Bukan sekadar tontonan, gelaran nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang digelar Pemkab Samosir di Pangururan menjelma menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Lebih dari 2.000 lembar kupon undian yang dibagikan kepada warga yang berbelanja di lapak UMKM ludes dalam hitungan jam, sejak pagi hari sebelum pertandingan dimulai.
Belanja di UMKM, Dapat Kupon Doorprize
Mekanisme yang diterapkan sederhana namun efektif. Setiap warga yang membeli produk di pedagang kecil di seluruh pelosok kecamatan berhak mendapatkan kupon khusus. Kupon tersebut kemudian ditukarkan menjadi voucer undian doorprize yang diundi di sela-sela pertandingan. Hasilnya, perputaran uang di kalangan pelaku usaha setempat mencapai nilai ratusan juta rupiah dalam sehari.
"Kami bangga melihat kekompakan warga yang menjaga situasi tetap aman, tertib, dan penuh rasa persaudaraan. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga demi membangun Samosir yang makin maju dan sejahtera," ujar Bupati Vandiko T. Gultom di hadapan ribuan warga yang hadir.
Bupati Berbaur, Hadiah Utama Sepeda Motor
Bupati Vandiko tidak hanya hadir sebagai pejabat. Ia berbaur santai dengan warga dan menyapa penduduk di kecamatan lain secara virtual. Panggung hiburan dari Solution Band turut memeriahkan acara, mengiringi pembagian aneka hadiah menarik di jeda pertandingan. Puncak acara terjadi setelah peluit panjang dibunyikan, saat Bupati Vandiko mengundi dan menyerahkan langsung hadiah utama berupa satu unit sepeda motor kepada pemenang.
Sejumlah pejabat turut hadir mendampingi, antara lain Kajari Samosir Satria Irawan, Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, serta perwakilan Kapolres Samosir dan Kepala Cabang Bank Sumut Pangururan.
Sinergi Pemerintah dan Warga Dorong Ekonomi Lokal
Keberhasilan acara ini membuktikan bahwa agenda hiburan publik bisa menjadi instrumen kebijakan ekonomi yang efektif. Dengan mengaitkan antusiasme warga menonton pertandingan kelas dunia dengan kewajiban berbelanja di UMKM lokal, Pemkab Samosir berhasil menciptakan sirkulasi uang yang langsung dirasakan oleh pedagang kecil. Program ini diharapkan menjadi model bagi kegiatan serupa di masa mendatang untuk terus menggerakkan ekonomi warga di daerah wisata tepi Danau Toba tersebut.