MEDAN — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Sumatera Utara menggandeng Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Sumut untuk memperluas edukasi program Bangga Kencana. Langkah ini diambil untuk memperkuat literasi masyarakat sekaligus menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, M.Si., menyebut insan media punya peran strategis dalam menyampaikan informasi ke publik. Menurutnya, kolaborasi dengan IPKB akan memperkuat penyampaian informasi lewat berita yang lebih terarah.
“Kolaborasi dengan IPKB Sumut diharapkan mampu memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat melalui berita sehingga tujuan Program Bangga Kencana dapat tersampaikan lebih luas,” ujar Mahyuzar dalam pertemuan di KA Kupi, Jalan Prof. H.M. Yamin, Medan, Rabu (22/7).
Lima Program Unggulan yang Dibahas
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas lima program unggulan Quick Win Kemendukbangga. Program tersebut meliputi:
- GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)
- TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)
- GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)
- SIDAYA (Lansia Berdaya)
- Super Apps “Keluarga Indonesia”
Selain itu, diskusi juga menyentuh isu strategis seperti dinamika kependudukan, tantangan komunikasi publik di era digital, hingga strategi percepatan penurunan stunting di Sumut.
Komitmen IPKB Sumut untuk Literasi Keluarga
Ketua IPKB Sumatera Utara, Antonius Samosir, menegaskan pihaknya siap mendukung program pemerintah melalui karya jurnalistik dan publikasi. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan media menjadi faktor kunci agar informasi pembangunan keluarga bisa diterima masyarakat luas.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program Kemendukbangga/BKKBN melalui karya jurnalistik, publikasi, dan penguatan literasi masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang berkualitas,” tegas Antonius.
Menurut data terkini, angka stunting di Sumatera Utara masih menjadi perhatian serius pemerintah. Kolaborasi dengan insan media diharapkan bisa mempercepat penurunan angka tersebut lewat edukasi yang masif dan tepat sasaran.