MEDAN — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sumatera Utara mencatat total volume usaha koperasi mencapai Rp 7,47 triliun hingga Juni 2026. Angka ini menjadi indikator utama menguatnya peran koperasi dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat provinsi.
Yuliani Siregar menyampaikan data tersebut dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis. Selain volume usaha, koperasi di Sumut juga membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 377,4 miliar yang menjadi indikator kesehatan keuangan lembaga.
Jumlah Koperasi Aktif Capai 68 Persen
Dinas Koperasi dan UKM mencatat total koperasi di Sumut mencapai 17.994 unit. Dari jumlah tersebut, tingkat keaktifan kelembagaan mencapai 68 persen. Partisipasi masyarakat dalam gerakan koperasi juga terus bertambah hingga menembus 1.531.520 orang anggota.
“Angka-angka tersebut menegaskan bahwa gerakan koperasi masih menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di Sumatera Utara,” ujar Yuliani.
6.100 Koperasi Desa Merah Putih Terbentuk
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah terbentuk sebanyak 6.100 unit di seluruh kabupaten/kota se-Sumut. Dari jumlah itu, 3.594 gerai masih dalam proses pembangunan, sementara 629 gerai lainnya telah selesai dibangun dan siap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Yuliani menjelaskan, sejumlah koperasi desa dan kelurahan sudah mulai menjalankan aktivitas usaha, tidak sekadar membangun infrastruktur fisik. “Kondisi ini menunjukkan bahwa KDKMP tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga mulai berkontribusi terhadap perputaran ekonomi di daerah,” katanya.
Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan
Dengan volume usaha Rp 7,47 triliun dan partisipasi anggota yang terus meningkat, koperasi di Sumut dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Pemerintah provinsi berharap program KDKMP dapat memperluas akses warga terhadap layanan keuangan dan usaha produktif.
Data Dinas Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa sebaran koperasi aktif di Sumut cukup merata, meskipun sebagian besar masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan seperti Medan, Deli Serdang, dan Simalungun.