MEDAN — Data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sumut mencatat jumlah UMKM mencapai 1,4 juta unit pada 2025. Rasio kewirausahaan di provinsi ini sekitar 4,1 persen dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Angka itu menjadi modal utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Gubernur Bobby Nasution menyampaikan, target pertumbuhan Sumut tahun ini sejalan dengan target nasional delapan persen. "Untuk mengimbangi penyesuaian anggaran dan dinamika ekonomi global, kita harus menggerakkan sektor swasta dan mengoptimalkan potensi dalam negeri, khususnya para pelaku UMKM," ujarnya saat membuka Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 di Medan, Sabtu.
Dorong UMKM Masuk Rantai Industri dengan Skema Business to Business
Pemerintah Provinsi Sumut tidak hanya mendorong UMKM menjual langsung ke konsumen. Bobby Nasution menekankan perubahan orientasi pemasaran agar pelaku usaha bisa masuk ke rantai industri dan menarik investor melalui skema business to business (B2B).
"Kami akan memberikan pendampingan mulai dari peningkatan kualitas kemasan hingga penyusunan studi kelayakan. Dengan begitu, produk lebih bankable dan menarik investor," papar Bobby.
KKSU 2026 diharapkan memperkuat daya saing UMKM sekaligus menjadi jembatan mempertemukan pelaku usaha dengan mitra pembiayaan, mitra dagang, dan pasar yang lebih luas.
Bank Indonesia Perkuat Akses Pembiayaan untuk UMKM
Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono yang membuka KKSU 2026 mengapresiasi ketahanan ekonomi Sumut. Provinsi ini mencatat pertumbuhan 4,98 persen di tengah tekanan ekonomi global. Ia menegaskan BI akan terus memperkuat insentif likuiditas makroprudensial perbankan untuk memperluas akses pembiayaan yang terjangkau bagi sektor UMKM.
"Tema tahun ini mencerminkan komitmen bersama memperkuat ekosistem UMKM daerah agar naik kelas. KKSU menjadi jembatan mempertemukan UMKM dan mitra pembiayaan, mitra dagang, serta pasar lebih luas," ungkap Thomas.
Gubernur Bobby menambahkan, kualitas produk UMKM Sumut—baik wastra maupun kuliner—dinilai mampu bersaing di tingkat nasional dan global. Dengan pendampingan teknis dan perluasan akses permodalan, ia optimistis UMKM bisa menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Sumut tahun ini.