Pencarian

Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon Pimpin Peringatan 30 Tahun Kudatuli, Sorot Demokrasi yang Tak Baik-Baik Saja

Selasa, 28 Juli 2026 • 16:45:01 WIB
Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon Pimpin Peringatan 30 Tahun Kudatuli, Sorot Demokrasi yang Tak Baik-Baik Saja
Rapidin Simbolon memimpin peringatan 30 tahun Kudatuli di Kantor DPD PDIP Sumut, Medan, Jumat (26/7).

MEDAN — Rapidin Simbolon memilih tidak menghadiri undangan peringatan Kudatuli di Jakarta. Ia memutuskan tetap di Sumatera Utara untuk memimpin langsung acara bersama para kader dan pelaku sejarah yang turut berjuang tiga dekade lalu.

"Saya memilih memimpin langsung peringatan 27 Juli di Sumatera Utara, karena banyak di antara kita yang hadir hari ini adalah pelaku sejarah perjuangan demokrasi 30 tahun lalu," kata Rapidin dalam sambutannya di Jalan Letjen Jamin Ginting, Medan.

Korban Hilang Belum Dapat Keadilan

Peringatan itu dihadiri jajaran pengurus, kader, serta sejumlah pelaku sejarah. Rapidin mengatakan peristiwa Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah, melainkan luka yang belum sembuh. Banyak kader yang menjadi korban, bahkan hingga kini masih ada yang hilang tanpa kejelasan.

"Kami berdoa bagi mereka yang gugur, yang diculik dan sampai hari ini belum ditemukan. Sampai sekarang mereka belum memperoleh keadilan yang semestinya," ujarnya.

Demokrasi dan Ekonomi Jadi Sorotan

Rapidin menilai kondisi demokrasi Indonesia saat ini tidak baik-baik saja. Ia mencontohkan maraknya korupsi dan kriminalisasi terhadap mereka yang kritis. "Mereka yang berbicara sering dibungkam, mereka yang menyampaikan kebenaran justru disalahkan. Ini menjadi keprihatinan kita bersama," tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi ekonomi nasional yang belum membaik. Nilai rupiah yang melemah terhadap mata uang asing, menurutnya, harus menjadi perhatian serius semua pihak. "Karena itu, perjuangan kita belum selesai," katanya.

PDIP sebagai Partai Penyeimbang

Di hadapan kader, Rapidin menegaskan PDIP adalah partai yang lahir dari perjuangan panjang, bukan sekadar mesin politik. "Partai ini dibentuk dari keringat, darah, dan air mata perjuangan. Sebagai partai yang berada di luar pemerintahan, kita harus menjalankan fungsi penyeimbang," ucapnya.

Ia mengingatkan kader di struktur partai, legislatif, maupun eksekutif untuk tidak tergoda gemerlap kekuasaan. "Katakan yang benar itu benar, katakan yang salah itu salah. Jangan pernah membohongi rakyat," tegas Rapidin.

Komitmen Terus Menuntut Keadilan

Rapidin memastikan partainya tidak akan berhenti menuntut keadilan bagi para korban Kudatuli. "Sampai kapan pun kita akan menuntut keadilan dan penegakan hak asasi manusia bagi para korban perjuangan demokrasi," tutupnya.

Peringatan 30 tahun Kudatuli di Kantor DPD PDIP Sumut berlangsung khidmat. Acara itu menjadi pengingat atas harga yang dibayar untuk reformasi, sekaligus penguatan komitmen partai dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

Bagikan
Sumber: metrorakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks