MEDAN — Kabar membanggakan datang dari keluarga besar penghulu Sumatera Utara. Aisyah Husna Az-Zahra Hulu, putri H. Yakhman Hulu yang menjabat Ketua Wilayah PW APRI Sumut, memastikan diri sebagai penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama RI untuk tahun 2026.
Melalui program bergengsi tersebut, Aisyah akan melanjutkan pendidikan Magister (S2) di Program Studi Psikologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda berprestasi.
Jejak Prestasi Sejak di Bangku Madrasah
Perjalanan akademik Aisyah terbilang gemilang. Ia merupakan alumni MAS Tahfizhil Qur'an Yayasan Islamic Centre Sumatera Utara angkatan 2022. Sejak duduk di bangku madrasah, komitmennya terhadap pendidikan dan nilai-nilai keislaman sudah terlihat jelas.
Ketekunan itu berbuah manis. Pada tahun 2022, Aisyah berhasil meraih Beasiswa Santri Berprestasi dari Kementerian Agama RI untuk menempuh pendidikan Sarjana (S1). Ia memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
IPK 3,80 dan Lulus Kurang dari 4 Tahun
Selama menjalani perkuliahan, Aisyah membuktikan bahwa beasiswa adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Ia tidak sekadar menerima bantuan finansial, tetapi juga berprestasi di bidang akademik.
Hasilnya, Aisyah berhasil menyelesaikan studi S1 dalam waktu sekitar 3,8 tahun. Ia menuntaskan pendidikannya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80, sebuah capaian yang menjadi modal kuat untuk kembali dipercaya mengemban Beasiswa Indonesia Bangkit 2026.
Program Strategis Pemerintah untuk SDM Unggul
Keberhasilan Aisyah menjadi cermin bahwa investasi pemerintah di bidang pendidikan melahirkan banyak cerita inspiratif. Program BIB dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang berdaya saing global tanpa melupakan akar nilai-nilai keagamaan.
Lebih dari sekadar bantuan biaya, program ini membuka ruang seluas-luasnya bagi anak bangsa yang memiliki potensi dan dedikasi untuk terus belajar. Batasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang untuk mengenyam pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.
Ajakan untuk Keluarga Besar Penghulu Sumut
Bagi keluarga besar penghulu di Sumatera Utara, capaian Aisyah memiliki makna tersendiri. Prestasi ini menjadi pengingat bahwa profesi penghulu tidak hanya identik dengan pelayanan pencatatan nikah atau pembinaan keluarga, tetapi juga mampu melahirkan teladan dalam membangun generasi unggul.
Menanggapi hal tersebut, H. Yakhman Hulu mengajak seluruh penghulu di Sumatera Utara untuk menjadikan pendidikan anak sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, tugas penghulu bukan hanya memberikan pelayanan keagamaan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun keluarga yang mencintai ilmu pengetahuan.
"Saya mengajak seluruh rekan-rekan penghulu di Sumatera Utara agar terus mendampingi tumbuh kembang anak-anak kita, memberikan ruang bagi mereka untuk bermimpi setinggi-tingginya, serta aktif mencari informasi dan memfasilitasi berbagai peluang beasiswa yang disediakan pemerintah maupun lembaga lainnya," ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan adalah bekal terbaik yang dapat diwariskan kepada generasi penerus. Di tengah tuntutan zaman yang semakin kompleks, keluarga penghulu dituntut menjadi contoh bahwa pendidikan, integritas, dan nilai-nilai agama harus berjalan beriringan.