SUMATERA UTARA — Jakarta — BYD Motor Indonesia buka suara soal insiden kebakaran salah satu unit mobil listriknya di dekat gerbang jalan tol Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 31 Juli 2026. Kendaraan tersebut kini telah dibawa ke fasilitas investigasi internal perusahaan untuk pemeriksaan forensik lebih lanjut.
Head of Marketing, PR, and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan bahwa proses investigasi melibatkan tim aftersales lokal dan tenaga ahli dari luar negeri.
"Sampai hari ini kendaraan masih dilakukan investigasi secara komprehensif dan lengkap oleh tim aftersales, bukan hanya Indonesia, juga dari tim yang expert," kata Luther dalam konferensi pers di Tangerang, Banten, Senin.
Penyebab Kebakaran Belum Bisa Dipublikasikan
Perusahaan belum bersedia merilis penyebab pasti terbakarnya mobil listrik tersebut. Hasil investigasi baru akan diumumkan setelah seluruh proses pemeriksaan teknis dinyatakan rampung.
"Kami belum bisa menyampaikan informasi mengenai penyebab terbakarnya mobil listrik karena investigasi masih berlangsung," tegas Luther.
Komunikasi dengan Konsumen dan Pihak Berwenang
Luther menjelaskan bahwa sejak awal kejadian, tim perusahaan telah berkoordinasi dengan aparat setempat. Proses evakuasi berjalan cepat sehingga kendaraan bisa langsung dipindahkan ke lokasi investigasi di hari yang sama.
"Kami juga telah membantu memediasi komunikasi dengan pihak-pihak yang berwenang di tempat, sehingga tidak lama juga, masih dalam kondisi di pagi hari tersebut, kami bisa langsung membawa kendaraan tersebut ke lokasi investigasi kami," ujarnya.
Menanggapi kekhawatiran pemilik kendaraan, Luther menyebut konsumen yang bersangkutan kini sudah lebih tenang setelah mendapat penjelasan detail dari tim aftersales. "Konsumen sudah mulai tenang, dan sudah paham bahwa ini masih berproses," tambahnya.
Insiden Langka: Satu dari 92.000 Unit Terjual
Luther menekankan bahwa kasus kebakaran pada unit spesifik ini merupakan anomali, bukan pola umum. Ia menyebut angka pengiriman BYD di Indonesia yang sudah menembus 92.000 unit sebagai bukti tingkat keandalan produk.
"Lebih dari 92.000 unit yang kami delivery, kejadian yang terjadi pada kendaraan khusus spesifik kendaraan Beliau ini hampir tidak pernah terjadi di Indonesia," katanya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bagi pemilik kendaraan listrik lain bahwa insiden serupa tidak terjadi secara massal. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai model spesifik kendaraan yang terbakar maupun langkah kompensasi yang ditawarkan kepada pemilik.