SUMATERA UTARA — Can-Am, merek asal Kanada yang dikenal lewat kendaraan roda tiga dan ATV, kini serius meramaikan pasar motor listrik premium Indonesia. Lewat ajang GIIAS 2026, mereka memperkenalkan Origin—motor listrik bergaya dual-purpose yang dirancang untuk dipakai di aspal maupun medan off-road. Kami menelisik spesifikasi dan posisi produk ini berdasarkan data yang dirilis pabrikan saat pameran, bukan sekadar klaim pemasaran.
Harga Rp 325 Juta: Murah di Atas Kertas, Tapi Tetap Premium
Angka yang paling menarik perhatian tentu saja banderolnya. Selama periode GIIAS 2026, Can-Am Origin ditawarkan dengan harga Rp 325 juta, jauh di bawah harga normal yang dipatok Rp 475 juta. Selisih Rp 150 juta ini jelas strategi untuk menarik minat konsumen Indonesia yang selama ini menganggap motor listrik sekelas Zero Motorcycles atau LiveWire punya harga selangit.
Namun, perlu dicatat: harga Rp 325 juta ini adalah harga khusus pameran. Begitu event selesai, konsumen harus bersiap membayar selisihnya. Ini bukan motor listrik entry-level—dengan dana segitu, Anda sudah bisa membeli mobil LCGC baru atau motor bensin premium kelas 500cc-750cc.
Performa dan Baterai: Rotax E-Power 35 kW dengan Fast Charging 50 Menit
Jantung pacu Origin adalah motor listrik Rotax E-Power berkekuatan 35 kW yang dilengkapi sistem pendingin cairan. Teknologi ini bukan sekadar gimmick—pendingin cair berperan penting menjaga suhu motor tetap stabil saat dipacu di medan berat, sekaligus membantu mempercepat proses pengisian daya. Rotax sendiri adalah anak perusahaan BRP (Bombardier Recreational Products), pemilik Can-Am, yang sudah punya reputasi lama di industri mesin pesawat dan kendaraan salju.
Soal pengisian daya, Origin mendukung charger Level 2. Pabrikan mengklaim baterai bisa terisi dari 20 persen ke 80 persen hanya dalam 50 menit. Untuk standar motor listrik di Indonesia saat ini, angka ini tergolong cepat—beberapa kompetitor di kelas skuter listrik butuh 3-4 jam untuk pengisian penuh.
Jarak Tempuh: Klaim vs Realita
Can-Am menyebut Origin mampu menempuh 145 km dalam kondisi kota (city range) dan 114 km berdasarkan standar pengujian WMTC kombinasi. Ini adalah angka yang perlu disikapi hati-hati. Dalam pengalaman kami menguji berbagai EV, angka jarak tempuh pabrikan hampir selalu lebih tinggi dari kondisi nyata—faktor berat pengendara, angin, kontur jalan, dan beban aksesori off-road akan memangkas angka tersebut.
Untuk konteks: jika Anda benar-benar memakainya untuk off-road dengan throttle konstan, jangan kaget jika jarak tempuh riil turun ke kisaran 80-90 km. Untuk komuter harian Jakarta-Bogor atau sekadar keliling kota, angka itu masih cukup. Tapi untuk touring antar kota, Anda harus merencanakan titik charging dengan matang—dan infrastruktur SPKLU untuk motor listrik di luar Jawa masih terbatas.
Akselerasi 4,3 Detik: Cepat, Tapi Bukan yang Tercepat
Satu klaim yang menarik diuji adalah akselerasi 0-96 km/jam (0-60 mph) dalam 4,3 detik. Angka ini menempatkan Origin di kelas motor listrik yang responsif, sebanding dengan motor bensin sport 600cc. Namun, perlu diingat: akselerasi motor listrik terasa berbeda dari motor bensin—torsi instan membuatnya terasa lebih "liar" di awal bukaan throttle, terutama di mode Sport jika tersedia.
Yang perlu dipertanyakan: bagaimana manajemen throttle di medan off-road? Motor listrik dengan torsi instan sering kali sulit dikendalikan di lumpur atau kerikil jika tidak punya mode riding yang mumpuni. Sayangnya, bahan yang kami terima tidak menyebutkan detail mode berkendara atau fitur keselamatan seperti traction control—ini yang perlu Anda tanyakan langsung ke dealer sebelum memutuskan membeli.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Dengan harga Rp 325 juta, Can-Am Origin bukan barang impulsif. Berikut beberapa catatan penting:
- Harga khusus pameran: Pastikan Anda bertanya apakah harga Rp 325 juta berlaku setelah GIIAS berakhir atau hanya selama event. Kalau hanya selama pameran, keputusan pembelian jadi terburu-buru.
- Jaringan servis: Can-Am belum sebesar merek Jepang di Indonesia. Pastikan ada dealer resmi yang bisa menangani motor listrik ini—bukan bengkel umum yang tidak paham sistem kelistrikan Rotax.
- Infrastruktur charging: Charger Level 2 butuh stopkontak khusus. Apakah rumah Anda siap? Kalau tinggal di apartemen, apakah pengelola mengizinkan pemasangan charging station?
- Nilai jual kembali: Motor listrik premium masih punya pasar second-hand yang sangat kecil di Indonesia. Jangan berharap resale value-nya sebagus motor bensin Jepang.
Verdict Awal: Untuk Siapa Motor Ini?
Can-Am Origin jelas bukan untuk semua orang. Motor ini menyasar segmen yang sangat spesifik: pengguna dengan kantong tebal yang ingin pengalaman berkendara baru tanpa emisi, dan punya akses mudah ke infrastruktur charging. Jika Anda tinggal di Jakarta Selatan, punya rumah dengan garasi luas, dan sudah punya motor bensin untuk perjalanan jauh—Origin bisa jadi mainan premium yang seru.
Tapi jika Anda mencari satu-satunya motor untuk semua kebutuhan, atau berharap motor listrik ini hemat biaya perawatan dalam jangka pendek, pikirkan ulang. Harga Rp 325 juta bisa membeli motor bensin adventure kelas menengah yang sudah terbukti andal, plus sisa uang untuk modifikasi dan bahan bakar bertahun-tahun. Origin adalah pernyataan gaya sekaligus investasi infrastruktur—pastikan Anda siap dengan keduanya.