MEDAN — Sebanyak 470 anak dari keluarga kurang mampu kini tercatat sebagai siswa Sekolah Rakyat di Kota Medan. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 200 siswa angkatan pertama dan 270 siswa baru yang bergabung pada tahun ajaran 2026/2027, sebagaimana disampaikan Kepala Sekolah Rakyat Syahripal Syahputra.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan kepada pengelola sekolah. Pemkot Medan berkomitmen untuk turun langsung memantau perkembangan para siswa secara berkala.
"Dengan adanya program nasional ini, Pemkot Medan berkomitmen mengawal tumbuh kembang anak-anak agar kelak mampu memutus rantai kemiskinan dan membenahi ekonomi keluarganya," ujar Rico Waas saat meninjau lokasi Sekolah Rakyat di Medan, Rabu.
Motivasi Belajar Siswa Dinilai Tinggi
Dalam kunjungan tersebut, Rico Waas mengaku kagum dengan semangat yang ditunjukkan para siswa. Meskipun sekolah ini menerapkan aturan disiplin yang ketat, para siswa justru memperlihatkan antusiasme dan daya adaptasi yang tinggi terhadap pola belajar yang diterapkan pemerintah.
"Saya kagum melihat tingginya motivasi dan daya adaptasi para siswa. Meskipun menerapkan aturan yang dinilai ketat dan disiplin, para siswa justru menunjukkan antusiasme yang luar biasa," kata dia.
Rasa percaya diri untuk menggapai cita-cita juga dinilai sudah mulai terbentuk di kalangan siswa. Hal ini menjadi modal penting bagi mereka untuk keluar dari jerat kemiskinan struktural yang selama ini membelenggu keluarga.
Pesan Khusus untuk Para Guru
Rico Waas menyampaikan pesan tegas kepada tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Medan. Ia menitipkan anak-anak dari keluarga prasejahtera tersebut untuk dididik dengan pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan.
"Saya juga berpesan kepada para guru, kami titipkan anak-anak. Berikanlah pengajaran dengan hati, rasa kekeluargaan yang erat, dan kualitas pendidikan yang terbaik," jelasnya.
Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat ini dirancang sebagai institusi pendidikan khusus bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kategori tidak mampu. Tujuannya bukan sekadar memberikan akses belajar, tetapi juga memastikan lulusannya memiliki daya saing untuk memperbaiki taraf hidup keluarganya.
Dengan adanya pengawalan ketat dari Pemkot Medan, diharapkan program ini dapat berjalan efektif dan menjadi salah satu solusi konkret dalam upaya pengentasan kemiskinan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut. Ke depan, pemantauan perkembangan akademik dan non-akademik para siswa akan terus dilakukan secara berkelanjutan.