Pencarian

Ekspor CPO Sumut Naik ke 7,39 Persen, Bank Indonesia Sebut Sawit Penopang Ekonomi di Tengah Perlambatan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 11:31:01 WIB
Ekspor CPO Sumut Naik ke 7,39 Persen, Bank Indonesia Sebut Sawit Penopang Ekonomi di Tengah Perlambatan Global
Ekspor CPO Sumatera Utara tumbuh menjadi 7,39 persen pada triwulan II 2026, menurut catatan Bank Indonesia.

MEDAN — Lonjakan ekspor kelapa sawit mentah atau CPO menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara di tengah perlambatan ekonomi global. Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara mencatat pertumbuhan ekspor daerah ini melesat dari 2,67 persen menjadi 7,39 persen pada triwulan II 2026.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, mengungkapkan bahwa penguatan kinerja ekspor ini tidak lepas dari membaiknya daya saing produk Indonesia. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat harga komoditas asal Sumut menjadi lebih kompetitif di pasar global, sehingga permintaan dari negara tujuan ekspor ikut meningkat.

Geopolitik Dunia Dorong Permintaan CPO Sumut

Selain faktor nilai tukar, kondisi geopolitik dunia turut memicu peningkatan permintaan. Ketidakpastian akibat konflik di sejumlah kawasan mendorong pembeli internasional untuk mempercepat pengadaan dan menambah stok berbagai komoditas, termasuk CPO yang menjadi andalan Sumatera Utara.

“Kalau CPO-nya bangkit, dan ini terbukti, begitu ekspor CPO naik, dia juga akan mengalami pertumbuhan ekonominya. Karena produknya CPO, secara sektoral juga bisa dilihat,” ujar Ameriza dalam kegiatan Bincang Bereng Media, Jumat (7/8/2026).

Efek Berantai ke Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan

Peningkatan produksi dan ekspor CPO memberikan efek berantai yang signifikan terhadap sektor-sektor terkait di Sumatera Utara. Sektor industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan dari 1,53 persen menjadi 1,96 persen, seiring membaiknya aktivitas pengolahan hasil perkebunan.

Dampak positif juga terasa di sektor hulu, yaitu pertanian. Pertumbuhan sektor pertanian meningkat dari 0,41 persen menjadi 1,81 persen, sejalan dengan membaiknya produksi perkebunan kelapa sawit di berbagai kabupaten penghasil sawit di Sumatera Utara.

Keterkaitan Sektor Jadi Kunci Stabilitas Ekonomi Daerah

Menurut Ameriza, keterkaitan antara produksi CPO, ekspor, sektor pertanian, dan industri pengolahan menunjukkan bahwa komoditas sawit masih memegang peran vital dalam menjaga aktivitas ekonomi Sumatera Utara. Peningkatan ekspor tidak hanya memperkuat perdagangan antarnegara, tetapi juga menggerakkan seluruh rantai produksi dari hulu ke hilir.

Dengan kondisi ini, kinerja CPO dan ekspor dinilai masih menjadi salah satu penopang penting perekonomian Sumatera Utara. Ketahanan sektor ini menjadi krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi prospek pertumbuhan daerah.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: m.gosumut.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks