MEDAN — Komitmen Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution membangun Kepulauan Nias tidak hanya sekadar wacana. Selain menaikkan anggaran menjadi sekitar Rp 500 miliar, orang nomor satu di Pemprov Sumut itu bahkan memilih berkantor langsung di Pulau Nias untuk memantau progres pembangunan di lapangan.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Muhammad Abdi Siahaan, aktivis yang juga pengamat sosial kemasyarakatan dan pemerhati kinerja aparatur sipil negara. Pria yang akrab disapa Wak Genk ini menilai kebijakan itu membuktikan perhatian serius mantan Wali Kota Medan tersebut terhadap daerah tertinggal di Sumatera Utara.
"Perhatian serius Bobby Nasution sangat kita apresiasi. Membangun infrastruktur di Pulau Nias sama halnya meningkatkan perekonomian diberbagai sektor termasuk mengangkut hasil pertanian," ujar Wak Genk kepada wartawan, Senin (10/8) di Medan.
Berkantor di Pulau Nias untuk Kontrol Langsung Pembangunan
Keputusan Bobby Nasution berkantor di Pulau Nias dinilai sebagai langkah taktis. Dengan berada di lokasi, ia bisa langsung mengontrol jalannya pembangunan, termasuk di kawasan wisata ombak Pantai Sorake yang mendunia.
Wak Genk berharap keseriusan ini didukung seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Pulau Nias dan pemangku kepentingan. "Diharapkan jangan ada yang mengotori pembangunan yang diprogramkan pak Gubsu," tegasnya.
Dua Ruas Jalan Vital di Nias Utara Masuk Prioritas Pengerjaan
Selama berkantor di Pulau Nias, Bobby Nasution didampingi Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBKCK) Provinsi Sumatera Utara, Chandra Dalimunthe. Keduanya turun langsung meninjau progres peningkatan jalan di Kabupaten Nias Utara, Kamis (6/8).
Peninjauan lapangan ini berfokus pada dua pengerjaan jalur vital. Pertama, ruas Jalan Lotu–Lahewa sepanjang 2,5 kilometer dengan alokasi anggaran lebih dari Rp 17 miliar. Kedua, ruas Jalan Lotu–Tuhemberuwa sepanjang 4 kilometer bernilai Rp 27 miliar yang dibangun menggunakan konstruksi aspal hotmix.
Dalam agenda Sapa Daerah (SADA) di Kecamatan Lotu, warga menyampaikan apresiasi mendalam atas pengaspalan jalan yang telah lama dinantikan selama puluhan tahun. Jalan tersebut menjadi urat nadi perekonomian daerah.
Masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait penanganan sisa ruas jalan yang masih rusak serta usulan pembangunan drainase guna menjaga ketahanan struktur jalan.
Sisa 12 Kilometer Jalan Rusak Dikerjakan Bertahap Tahun Depan
Menanggapi masukan warga, Bobby Nasution menegaskan penanganan infrastruktur di Kepulauan Nias merupakan prioritas utama Pemprov Sumut. Ia memastikan pembangunan sisa ruas jalan yang rusak sepanjang kurang lebih 12 kilometer akan dilanjutkan pengerjaannya secara bertahap pada tahun depan.
Dinas BMBKCK Provsu siap mengawal penuh komitmen ini. Targetnya, infrastruktur yang dibangun dapat selesai tepat mutu dan membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Nias.