MEDAN — Pertemuan tertutup di Balai Kota Medan itu tidak hanya membahas masa depan bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Deli. Sultan Mahmud datang dengan membawa undangan resmi untuk menghadiri Kenduri Diraja Negeri Deli, sebuah tradisi tahunan yang digelar untuk memperingati hari ulang tahun Sultan Deli.
Rencananya, kenduri akan digelar di Masjid Jami' Tanjung Mulia, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli. "Kami akan mengadakan acara setelah salat Maghrib. Nanti membaca Yasin dan doa bersama," ujar Sultan Mahmud dalam keterangannya, Rabu.
Zakiyuddin menyambut baik undangan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai keagamaan sekaligus budaya karena mengemas doa bersama dan pengajian dalam satu rangkaian acara. "Acara ini dikemas dengan sangat istimewa dan baik karena memadukan doa bersama dan pengajian," kata Zakiyuddin.
Revitalisasi Tak Sekadar Perbaikan Fisik Bangunan
Pembahasan kemudian berlanjut ke rencana pemugaran Istana Maimun. Wakil Wali Kota menegaskan bahwa revitalisasi yang dilakukan Kementerian Kebudayaan diharapkan mampu memperkuat posisi istana sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya di Sumatera Utara.
"Kami siap mendukung penuh revitalisasi Istana Maimun," tegas Zakiyuddin.
Menurut dia, upaya pemugaran ini penting agar warisan sejarah Kesultanan Deli tetap terawat di tengah pesatnya perkembangan Kota Medan. Lebih dari itu, istana yang menjadi ikon kota ini juga diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, sehingga berkontribusi pada identitas dan perekonomian daerah.
Simbol Sejarah di Tengah Modernitas Medan
Istana Maimun yang dibangun pada akhir abad ke-19 ini merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Deli yang paling dikenal. Arsitekturnya yang memadukan gaya Melayu, Mughal, dan Spanyol menjadikannya daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Langkah revitalisasi ini dinilai penting mengingat usia bangunan yang sudah lebih dari satu abad. Perawatan berkala diperlukan agar ornamen khas dan struktur bangunan tetap terjaga keasliannya.
Dukungan dari Pemkot Medan menjadi sinyal positif bagi kelanjutan proyek Kementerian Kebudayaan tersebut. Dengan adanya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah kota, dan pihak Kesultanan Deli, proses pemugaran diharapkan berjalan lancar tanpa menghilangkan nilai historis bangunan.