SUMATERA UTARA — IHSG mengawali pekan ini dengan optimisme usai ditutup menguat di level 6.401 pada Jumat (14/8). Dua analis teknikal dari MNC Sekuritas dan Binaartha Sekuritas kompak melihat peluang kelanjutan tren positif, meski keduanya juga memasang skenario waspada jika indeks kehilangan momentum.
Level Kunci yang Menentukan Arah IHSG Hari Ini
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, membagi pergerakan indeks ke dalam dua skenario. Pada skenario terbaik, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan ke area 6.440-6.544. Sebaliknya, pada skenario terburuk, indeks berisiko terkoreksi ke kisaran 5.890-6.192 untuk membentuk wave (b).
"Dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi menguat ke area 6.440-6.544. Namun, pada skenario terburuk, IHSG berisiko terkoreksi ke kisaran 5.890-6.192 untuk membentuk wave (b)," ujar Herditya dalam riset hariannya, Senin (17/8).
Herditya memproyeksikan IHSG hari ini bergerak di rentang support 6.201 dan 6.029, dengan resistance di level 6.454 dan 6.599. Rekomendasi saham yang ia soroti antara lain AADI, ANTM, PGAS, VKTR, dan XMIG.
Resistance Internal 6.422 Jadi Penentu Utama
Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai indeks masih berpeluang melanjutkan tren penguatan menuju level 6.545. Syaratnya, IHSG harus mampu menembus resistance internal di level 6.422 yang sempat diuji pada perdagangan Jumat lalu.
"Jika mampu menembus level 6.422, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 6.545. Namun, jika masih berada di bawah 6.422, IHSG berpeluang bergerak konsolidasi dan melanjutkan koreksi," jelas Ivan.
Untuk hari ini, Ivan memasang level support di 6.194, 6.092, 6.025, dan 5.887. Adapun level resistance berada di 6.422, 6.545, 6.700, dan 6.835. Ia merekomendasikan saham ASII, BBNI, dan PGAS untuk dicermati investor.
Aktivitas Transaksi dan Sentimen Pasar Pekan Lalu
Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG melesat 100,12 poin atau naik 1,59 persen dibandingkan hari sebelumnya. Penguatan ini ditopang aksi beli investor domestik yang tercermin dari data transaksi yang cukup padat.
Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp12,44 triliun dengan volume saham diperdagangkan sebanyak 32,45 miliar lembar. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,75 juta kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 334 saham menguat, 268 terkoreksi, dan 191 saham stagnan.
Catatan redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Investasi mengandung risiko.