Pencarian

Wagub Sumut Surya: Budaya Menabung Sejak Dini Kunci Ketahanan Ekonomi Generasi Muda, 3.516 Rekening Pelajar Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 • 14:17:31 WIB
Wagub Sumut Surya: Budaya Menabung Sejak Dini Kunci Ketahanan Ekonomi Generasi Muda, 3.516 Rekening Pelajar Dibuka
Wagub Sumut Surya menghadiri Puncak Hari Indonesia Menabung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Medan, Rabu (19/8/2026).

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memandang kebiasaan menabung bukan sekadar aktivitas menyimpan uang, melainkan fondasi pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab bagi pelajar. Wakil Gubernur Sumut Surya menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Puncak Hari Indonesia Menabung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Jalan Flamboyan, Kota Medan, Rabu (19/8/2026).

Menurut Surya, momentum ini strategis untuk membiasakan anak-anak mengelola keuangan secara bijak sejak usia dini. Kebiasaan sederhana ini dinilai menjadi bekal penting menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

"Menabung mungkin terlihat sederhana, tetapi dari kebiasaan itulah tumbuh sikap disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan kemampuan merencanakan masa depan. Menabung tidak perlu menunggu uang banyak, bisa dimulai dari jumlah kecil secara rutin," ujar Surya.

Indeks Literasi vs Inklusi: Akses Tinggi, Pemahaman Masih Tertinggal

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang disusun OJK bersama BPS, indeks literasi keuangan nasional baru mencapai 66,46 persen. Angka ini berbanding terbalik dengan indeks inklusi keuangan yang sudah menyentuh 80,51 persen.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito memaparkan, tingkat inklusi keuangan nasional saat ini bahkan telah mencapai 88,7 persen. Namun, literasi keuangan baru berada di angka 65,43 persen. OJK menargetkan inklusi keuangan meningkat menjadi 90 persen dalam waktu dekat dan 98 persen pada 2045 atau Indonesia Emas.

Kesenjangan antara akses dan pemahaman ini yang menurut Surya harus diwaspadai. Tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan tanpa diimbangi pemahaman memadai berisiko membuat warga mudah terjebak penipuan, investasi bodong, maupun pinjaman ilegal.

TPAKD Sumut Realisasikan 3.516 Rekening Pelajar

Upaya konkret telah dilakukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumut sepanjang 2025. Tercatat 3.516 rekening pelajar berhasil direalisasikan melalui Program Siswa Teladan di 10 sekolah sasaran.

Selain membuka rekening, TPAKD juga gencar melakukan sosialisasi literasi keuangan. Kegiatan ini telah menjangkau 23.414 pelajar yang tersebar di 23 kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Merdiansyah menyampaikan komitmen pihaknya mendukung penguatan literasi melalui produk Simpanan Pelajar (Simpel). Hingga Agustus 2026, Bank Sumut telah melaksanakan 155 kegiatan literasi keuangan di 143 sekolah, mulai jenjang TK hingga SMA, dengan dukungan 68 kantor cabang.

"Bagi Bank Sumut, Simpel bukan hanya produk tabungan, tetapi sarana mengenalkan anak-anak pada layanan perbankan formal sekaligus membangun kebiasaan bertanggung jawab terhadap keuangan. Ke depan, materi edukasi akan dikembangkan mencakup pengenalan layanan digital, QRIS, hingga keamanan bertransaksi," jelas Heru.

Dana Tabungan Pelajar Jadi Modal Usaha Pengusaha Lokal

Triyoga menambahkan, gerakan nasional KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) yang difasilitasi OJK secara nasional telah membuka puluhan juta rekening edukasi pelajar. Dampaknya tidak berhenti pada kebiasaan menabung anak.

"Menabung di bank bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi uang tersebut disalurkan menjadi modal usaha bagi pengusaha lokal yang menggerakkan roda ekonomi," terang Triyoga.

Sekolah Rakyat: Menjangkau Anak yang Terancam Putus Sekolah

Puncak acara yang digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 memiliki makna tersendiri. Kepala Sekolah Maragoti menjelaskan, sekolahnya saat ini melayani 434 murid jenjang SD dan SMP dengan total 569 warga sekolah.

Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Penerimaan siswa tidak melalui pendaftaran umum, melainkan menjangkau langsung anak-anak yang terancam putus sekolah dan rentan secara psikososial.

"Ini adalah bentuk kolaborasi bersama untuk menyelamatkan masa depan mereka," ungkap Maragoti.

Kebanggaan tersendiri datang dari salah seorang siswanya, Muhammad Rizky Pratama, anak asal Belawan yang gigih berjualan ikan untuk membiayai hidupnya. Berkat kegigihannya, Rizky mendapat undangan khusus dari Presiden RI untuk menghadiri peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: asarpua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks