Pencarian

Cuaca Ekstrem di Medan: 170 Rumah Rusak, 630 Jiwa Terdampak di 8 Kecamatan

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:08:02 WIB
Cuaca Ekstrem di Medan: 170 Rumah Rusak, 630 Jiwa Terdampak di 8 Kecamatan
Cuaca ekstrem di Medan menyebabkan 170 rumah rusak dan 630 jiwa terdampak di delapan kecamatan.

MEDAN — BPBD Kota Medan memperbarui data kerusakan pascabencana cuaca ekstrem yang menerjang wilayahnya. Dari pendataan awal 115 unit, jumlah rumah yang rusak kini bertambah menjadi 170 unit hingga Kamis (20/8) pukul 06.00 WIB.

Kepala BPBD Medan Yunita mengatakan angka tersebut merupakan hasil verifikasi ulang petugas di lapangan. "Sebelumnya rumah yang rusak sebanyak 115 unit. Data update per hari ini pukul 06.00 WIB bertambah jadi 170 rumah," ujarnya di Medan, Kamis.

Sebaran Kerusakan: 6 Rumah Ambruk, 19 Rusak Sedang

Berdasarkan rincian terbaru, BPBD mencatat enam rumah mengalami rusak berat dan 19 unit lainnya rusak sedang. Sisanya, 147 rumah, mengalami kerusakan ringan seperti atap yang terbawa angin atau plafon yang jebol.

Selain permukiman warga, dua fasilitas umum berupa rumah ibadah turut terdampak terjangan angin kencang tersebut.

Delapan Kecamatan Terdampak, Mana Saja?

Peristiwa ini melanda wilayah yang cukup luas di Kota Medan. BPBD mendata delapan kecamatan yang warganya mengalami kerugian materiil, yaitu:

  • Kecamatan Medan Sunggal
  • Kecamatan Medan Denai
  • Kecamatan Medan Amplas
  • Kecamatan Medan Barat
  • Kecamatan Medan Johor
  • Kecamatan Medan Perjuangan
  • Kecamatan Medan Timur
  • Kecamatan Medan Helvetia

Total ada 14 kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan tersebut yang merasakan dampak langsung hujan deras dan angin puting beliung.

Warga Terdampak Capai 630 Jiwa, Posko Didirikan

Dampak sosial dari bencana ini cukup signifikan. Data sementara yang dihimpun BPBD menyebutkan 197 kepala keluarga atau sekitar 630 jiwa terdampak cuaca ekstrem. Mereka tersebar di berbagai titik lokasi kejadian.

Pihak BPBD bersama pemangku kebijakan terkait saat ini masih melakukan pendataan jumlah pengungsi. Sebagai langkah awal, tenda posko telah didirikan untuk memudahkan koordinasi penanganan darurat dan pelayanan bagi warga yang rumahnya rusak.

Yunita menambahkan, proses pendataan akan terus dilakukan hingga situasi dinyatakan kondusif. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem menyusul pergantian musim yang masih berlangsung di wilayah Sumatera Utara.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks