Kementerian UMKM menambah kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan lewat Bank Sumut menjadi Rp2 triliun. Tambahan ini diumumkan Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Jumat. Langkah ini diambil setelah Bank Sumut dinilai memiliki kinerja positif dalam hal ketepatan dan akuntabilitas penyaluran.
MEDAN — Kementerian UMKM menambah kuota alokasi KUR untuk Bank Sumut menjadi Rp2 triliun. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Jumat.
“Untuk itu, kita tambahkan kuota alokasi KUR menjadi Rp2 triliun,” ujar Maman dalam keterangannya yang diterima di Medan, Jumat.
Penambahan kuota ini diharapkan memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM sekaligus menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. Kementerian UMKM mencatat total penyaluran KUR di Sumut telah mencapai sekitar Rp11 triliun kepada 168 ribu debitur. Dari jumlah itu, sekitar Rp1 triliun disalurkan Bank Sumut.
Bank Sumut Dinilai Tepat Sasaran dan Akuntabel
Maman menjelaskan, kebijakan ini merupakan langkah pemerintah mendorong peningkatan akses permodalan pelaku usaha. Bank Sumut dinilai sebagai salah satu penyalur KUR dengan kinerja positif selama beberapa tahun terakhir.
“Bank Sumut, berdasarkan penilaian kami selama beberapa tahun ini mendapatkan penilaian positif dari kami, baik segi ketepatan, segi akuntabilitas dan beberapa hal lainnya,” kata Maman. Pembahasan teknis terkait penambahan kuota akan dilakukan lebih lanjut bersama Bank Sumut.
Program KUR Mikro Bunga 0 Persen pada 2026
Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah mengapresiasi kepercayaan pemerintah tersebut. Menurutnya, pembiayaan UMKM bukan sekadar menyalurkan kredit, tetapi memastikan pembiayaan mampu mendorong usaha tumbuh dan naik kelas.
“Pembiayaan ini benar-benar mampu mendorong usaha tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak bagi perekonomian daerah,” kata Heru.
Komitmen itu turut ditunjukkan lewat program KUR mikro dengan suku bunga nol persen pada 2026 dan tiga persen pada 2027. Program ini juga bebas biaya administrasi dan provisi, serta tanpa agunan.
1,4 Juta UMKM di Sumut Bidik Pembiayaan
Data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Sumut 2025 menyebutkan, Sumut memiliki sekitar 1,4 juta unit UMKM dengan rasio kewirausahaan 4,1 persen. Sebanyak 98,9 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro dan kecil.
Heru menegaskan, Bank Sumut akan terus menghadirkan pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan memberikan nilai tambah bagi pelaku UMKM di Sumut. Penambahan kuota ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang selama ini kesulitan mengakses permodalan.