DELI SERDANG — Status sebagai juara Desa Pelaksana AKU HATINYA PKK Tingkat Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 membawa Desa Tandam Hulu I melaju ke tingkat provinsi. Tim evaluasi dari Sumatera Utara melakukan penilaian menyeluruh, mulai dari administrasi, verifikasi dokumen, hingga peninjauan langsung pelaksanaan program di lapangan.
Di desa ini, warga tidak membiarkan lahan kosong. Pekarangan rumah, pot, hingga polibag dimanfaatkan untuk menanam berbagai kebutuhan pangan dan tanaman obat. Tidak berhenti di situ, masyarakat juga mengembangkan budidaya ikan serta ternak untuk menopang kebutuhan harian.
Manfaat Langsung untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Ketua III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Deli Serdang, Hesti Hendra Wijaya, menyebut pemanfaatan pekarangan ini memberikan dampak nyata bagi keluarga. Hasilnya tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan rumah tangga.
Program ini sejalan dengan semangat AKU HATINYA PKK yang digaungkan sebagai gerakan optimalisasi potensi lingkungan sekitar. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Deli Serdang, Hendra Wijaya, yang mewakili Bupati Asri Ludin Tambunan, menegaskan bahwa gerakan ini mendorong setiap keluarga untuk lebih mandiri.
Dukung Pola Hidup Sehat dan Tekan Angka Stunting
Menurut Hendra Wijaya, program ini memiliki efek berantai yang positif. Selain mendukung pola hidup sehat, pemanfaatan pekarangan juga membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga dan berpotensi menambah pendapatan keluarga.
Lebih jauh, inisiatif ini dinilai berkontribusi dalam upaya penanganan stunting di daerah. Ketersediaan pangan yang cukup dan bergizi dari pekarangan sendiri menjadi salah satu kunci perbaikan gizi keluarga.
Jadi Lokus Pembelajaran, Inovasi Terus Didorong
Pencapaian ini menjadikan Desa Tandam Hulu I ditetapkan sebagai lokus pembelajaran AKU HATINYA PKK Deli Serdang Tahun 2026. Praktik baik seperti kebun gizi, bank bibit, dan pengolahan hasil terus didorong agar berkembang secara berkelanjutan.
Tim Evaluasi Provinsi Sumatera Utara menilai tahapan ini bukan sekadar ajang mencari pemenang. Lebih dari itu, proses ini menjadi sarana pembinaan dan penguatan inovasi PKK di tingkat desa, sekaligus contoh bagi daerah lain di Sumatera Utara.