MEDAN — Ketua SMSI Sumut Erris Julietta Napitupulu menilai riset yang diketuai Dr Dedi Sahputra dari UMA itu relevan dengan kebutuhan industri media digital saat ini. Anggota tim peneliti lainnya adalah Dr Zakaria Siregar dari UISU dan Dr Fauji Wikanda dari UMA.
Penelitian tersebut mengangkat tema "Implementasi SEO untuk Peningkatan Keterampilan Wartawan Menghasilkan Produk Jurnalistik dengan Konten Etika dan Hukum Pers untuk Keberlanjutan Media Siber."
Pertama Kali Dilakukan di Sumatera Utara
Erris menyebut riset ini menjadi yang pertama di Sumatera Utara. Ia menegaskan SMSI punya peran strategis dalam mengimplementasikan SEO untuk meningkatkan keterampilan wartawan.
"Kami SMSI Sumut mendukung penelitian ini dengan hadirnya SMSI dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Kami menyampaikan apresiasi kepada tim peneliti karena ini pertama dilakukan di Sumatera Utara," ujarnya.
Wartawan Media Siber Tak Cukup Sekadar Cepat
Menurut Erris, perkembangan media siber menuntut wartawan memahami cara produk jurnalistik menjangkau pembaca melalui mesin pencari. Kecepatan menyajikan berita tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran kompetensi.
Di sisi lain, kompetensi teknis harus tetap berjalan beriringan dengan kepatuhan pada etika dan hukum pers. Model UKW yang dirancang tim peneliti diharapkan menjawab kebutuhan ganda tersebut.
Rekor MURI dan 3.500 Anggota di 34 Provinsi
SMSI mencatat sejumlah capaian yang menunjukkan besarnya ekosistem media siber di bawah organisasi ini. Salah satunya, tiga rekor MURI yang pernah diraih.
Rekor tersebut terkait kecepatan, daya sebar, dan jumlah media siber yang memuat opini berjudul "Mendambakan Keadilan Sosial", dengan 571 media dalam waktu 7,5 jam. SMSI juga tercatat sebagai organisasi perusahaan pers siber dengan anggota terbanyak di dunia, mencapai 3.500 anggota di 34 provinsi.
Besarnya jaringan ini membuat desain UKW yang tengah dirancang UMA dan UISU berpotensi berdampak luas pada peningkatan kualitas wartawan media siber di tanah air.