SIMALUNGUN — Kanit Reskrim Polsek Dolok Panribuan Ipda Sugeng Suratman mengungkapkan bahwa penembakan bermula dari pesta minum tuak yang berlangsung di dusun tersebut. Korban dan pelaku sebenarnya tidak duduk di meja yang sama, namun ketegangan muncul ketika korban bernyanyi bersama teman-temannya.
Lirik Lagu Picu Emosi Pelaku
Sugeng menyatakan bahwa lirik yang dilantunkan korban dinilai kurang sopan oleh pelaku. "Saat korban sedang bernyanyi bersama teman-temannya, lirik lagu yang disampaikan (korban) dianggap kurang sopan oleh JA (pelaku)," kata Sugeng, dikutip dari detikSumut.
Polisi belum merinci lirik yang dimaksud. Namun menurut Sugeng, pertanyaan pelaku soal lirik itulah yang memicu cekcok hingga berujung perkelahian di lokasi pesta.
Dua Kali Dilerai, Berujung Penembakan di Rumah Pelaku
Perkelahian pertama berhasil dipisahkan oleh orang-orang yang hadir di lokasi. "Perkelahian pertama di lokasi pesta berhasil dipisahkan oleh orang-orang yang hadir," ujarnya.
Bentrok tidak berhenti di situ. Saat keduanya pulang menuju rumah masing-masing, cekcok kembali terjadi dan lagi-lagi dilerai oleh rekan-rekan mereka.
Korban kemudian mendatangi rumah pelaku dan menggedor-gedor pintu sambil menantang berkelahi. Pelaku yang makin emosi lantas mengambil senapan angin miliknya dan menembak ke arah dada korban.
Pelaku Mengaku Tidak Membidik dengan Teliti
"JA mengakui bahwa dia tidak membidik dengan teliti, hanya menembak ke arah DRS (korban)," kata Sugeng.
Akibat tembakan itu, korban mengalami luka di bagian dada dan langsung dilarikan untuk mendapat perawatan medis. Polisi telah mengamankan pelaku beserta senapan angin yang digunakan dalam insiden tersebut.
Hingga kini, penyidik masih memeriksa saksi-saksi yang hadir di lokasi pesta tuak untuk melengkapi berkas perkara. Kasus ini ditangani sebagai tindak pidana penganiayaan berat dengan barang bukti senjata yang digunakan pelaku.