SUMATERA UTARA — Film Laut Bercerita resmi tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober dan diberi label D17+ untuk penonton 17 tahun ke atas. Adaptasi novel Leila S. Chudori ini disutradarai Yosep Anggi Noen, yang menulis skenario bersama Leila, dengan Reza Rahadian sebagai Biru Laut Wibisana. Kelompok diskusi Winatra menjadi jantung cerita yang menghubungkan para aktivis mahasiswa dengan peristiwa penghilangan paksa menjelang Reformasi 1998.
Winatra bukan sekadar nama kelompok dalam film Laut Bercerita. Kelompok mahasiswa ini digambarkan sebagai ruang berkumpul para aktivis yang menjadikan diskusi buku sebagai pintu masuk untuk memahami ketidakadilan di masa Orde Baru.
Markas mereka berada di Seyegan, Yogyakarta. Di tempat itulah para anggota membaca dan mendiskusikan berbagai buku, termasuk karya-karya yang dilarang beredar pada dekade 1990-an.
Dari diskusi itu, Winatra bergerak melawan ketidakadilan. Pemerintahan yang membatasi kebebasan berpendapat membuat kelompok ini menerjemahkan gagasan menjadi tindakan nyata.
Siapa Saja Anggota Winatra
Kelompok ini dipimpin Arifin Bramantyo atau Bram dan Kasih Kinanti atau Kinan. Biru Laut, mahasiswa Sastra Inggris, bergabung bersama sejumlah mahasiswa lain yang punya latar belakang dan karakter berbeda.
Mereka dipertemukan oleh kegelisahan yang sama terhadap kondisi sosial dan politik Indonesia saat itu. Selain Biru Laut, ada Sunu Dyantoro, Alex Perazon, dan Daniel Tumbuan.
Anggota lainnya meliputi Gusti, Naratama, Ratih Anjani, Julius, hingga Gala Prayana yang dikenal sebagai Sang Penyair. Masing-masing punya peran dan dinamika sendiri, terutama ketika tekanan aparat meningkat.
Di versi film panjang, para anggota Winatra diperankan Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Dewa Dayana, Ben Nugroho, Kevin Julio, Afrian Arisandy, Natalius Chendana, Nagra Kautsar, dan Aksara Dena.
Kisah yang Berujung Penghilangan Paksa
Cerita Winatra berkaitan erat dengan penghilangan paksa aktivis menjelang Reformasi 1998. Sejumlah anggotanya ditangkap dan menghilang.
Keluarga dan sahabat yang ditinggalkan terus mencari kejelasan soal nasib mereka. Konflik inilah yang menjadi salah satu poros utama film.
Latar cerita membentang dari awal hingga akhir dekade 1990-an di Yogyakarta. Winatra digambarkan sebagai kelompok yang tidak puas hanya membicarakan ketidakadilan.
Jejak Adaptasi Sebelumnya
Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori lebih dulu diadaptasi menjadi film pendek pada 2017. Film pendek itu juga dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo.
Kini versi panjangnya digarap Yosep Anggi Noen sebagai sutradara. Leila turut menulis skenario bersama sang sutradara.
Film ini tayang 29 Oktober di bioskop Indonesia dengan label D17+. Penonton di bawah 17 tahun tidak disarankan menyaksikannya.
Laut Bercerita menambah deretan adaptasi novel Indonesia yang masuk layar lebar. Bagi pembaca buku aslinya, film ini jadi kesempatan melihat langsung bagaimana Winatra dan para aktivisnya dihidupkan di bioskop.