SUMATERA UTARA — Evakuasi pohon mahoni yang diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun itu berlangsung sulit. Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kebersihan, dan Satpol PP harus memotong batang serta ranting secara bertahap sebelum membersihkan material yang menimpa bangunan warga.
Babinsa Kelurahan Masjid, Sertu Mardi, menyatakan pohon tumbang juga merusak dua kios di lokasi kejadian. "Pohon tumbang mengenai dua kios. Dari kejadian ini ada korban anak-anak," ujarnya.
Kedua korban merupakan anak-anak yang sedang beristirahat di dalam rumah saat pohon roboh. Material bangunan yang ambruk akibat hantaman pohon menyebabkan luka di kepala mereka.
Seusai insiden, kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Medan menutup ruas Jalan Masjid-Mahkamah. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko kecelakaan tambahan dan mempercepat proses pembersihan.
Puluhan personel dari berbagai instansi dikerahkan. Selain pemadam kebakaran dan Satpol PP, Dinas Kebersihan juga turun untuk menangani ranting serta batang pohon yang berserakan.
Pohon mahoni raksasa itu juga merusak sejumlah tiang listrik di sekitar lokasi. Kabel listrik tertarik saat batang pohon roboh, menyebabkan kerusakan pada jaringan kelistrikan.
Demi alasan keselamatan, warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk sementara dievakuasi ke kantor kelurahan setempat. Kondisi beberapa bangunan masih rawan ambruk, sehingga petugas terus melakukan pendataan terhadap rumah dan fasilitas yang mengalami kerusakan.
Dalam peristiwa terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat empat pohon tumbang di Jakarta usai hujan deras. Satu mobil dilaporkan tertimpa pohon di ibu kota.
Petugas di Medan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tua di sekitar pemukiman, terutama saat cuaca ekstrem. Evakuasi di Jalan Mahkamah ditargetkan selesai dalam 24 jam ke depan.