Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Tradisi Tahunan di Tengah Dinamika Politik

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 21:15:31 WIB
Megawati Soekarnoputri melakukan ziarah ke makam Bung Karno di Blitar secara khidmat tanpa pengawalan protokoler.

SUMATERA UTARA — Megawati Soekarnoputri, yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, tiba di kompleks makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, pada pagi hari. Ia hadir bersama sejumlah kerabat dekat, termasuk putra-putrinya, dalam suasana yang khidmat dan tanpa pengawalan protokoler kenegaraan yang mencolok.

Ritual Penghormatan yang Berlangsung di Luar Sorotan Publik

Pantauan di lokasi menunjukkan rombongan tiba dengan menggunakan kendaraan pribadi. Prosesi ziarah berlangsung sekitar satu jam, diawali dengan pembacaan doa dan tabur bunga di pusara sang proklamator. Tidak ada pernyataan resmi yang disampaikan Megawati kepada awak media usai kegiatan.

Kunjungan tahun ini menjadi yang pertama bagi Megawati sepanjang tahun 2025. Biasanya, momen ziarah dilakukan pada momentum tertentu, seperti hari kelahiran Bung Karno atau menjelang peringatan hari besar nasional. Lokasi makam di Blitar sendiri merupakan tempat peristirahatan terakhir Sukarno yang diresmikan sebagai area wisata religi dan sejarah.

Dinamika Politik yang Mengiringi Kehadiran Megawati

Ziarah ini terjadi di tengah situasi politik nasional yang tengah memanas menjelang pemilihan kepala daerah serentak. Megawati, sebagai ketua umum partai pemenang pemilu, kerap menjadi pusat perhatian dalam setiap agendanya. Namun, tradisi ziarah ke makam Bung Karno dinilai lebih bersifat personal dan spiritual ketimbang politis oleh sejumlah pengamat.

“Ini adalah tradisi turun-temurun. Bagi Ibu Mega, berziarah adalah bagian dari kontemplasi dan pengingat akan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno,” ujar seorang sumber di lingkungan keluarga yang enggan disebut namanya. Kegiatan serupa juga pernah dilakukan Megawati saat menjabat sebagai presiden pada periode 2001-2004.

Makam Sukarno di Blitar sendiri menjadi salah satu ikon sejarah pergerakan nasional. Setiap tahun, ribuan peziarah dari berbagai daerah datang untuk memberikan penghormatan. Kehadiran Megawati di tengah keramaian peziarah umum biasanya diatur secara khusus oleh pihak keamanan setempat.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top