MEDAN — Gandi Parapat menyampaikan pernyataan itu di Medan, Kamis (7/6/2026). Ia menyinggung dugaan kejahatan dalam kasus MBG yang menyeret nama sejumlah pihak, termasuk 26 orang yang disebut ikut mendapat rezeki dari program tersebut. Menurut Gandi, semua itu masih bersifat dugaan dan bisa menjadi fitnah.
"Hidup Prabowo harus dilindungi dari penjahat," kata Gandi.
Gandi menilai Kejaksaan Agung adalah institusi yang pintar dan kuat, sehingga tidak mungkin terpengaruh oleh laporan dari pihak yang ia sebut sebagai penjahat. Ia justru memperingatkan agar Kejagung tidak mengambil langkah yang bisa merendahkan wibawa Prabowo dan Jokowi.
"Sudah salah besar kalau Kejagung tidak memikirkan wibawa Prabowo terutama Jokowi yang mengangkatnya Kajagung. Karena Kajagung terlindungi pasti akan melakukan strategi. Bisa-bisa Bos MBG yang sudah ditangkap dilepas kalau melihat tidak bersalah," ujarnya.
Menurut Gandi, Kajagung dan seluruh aparat pemerintah harus memiliki penglihatan yang sama dengan Presiden. Ia menyebut aparat harus tunduk dan memuja-muji Presiden, jika tidak ingin posisinya segera melayang.
Dalam pernyataannya, Gandi juga membela program MBG yang tetap dipertahankan Prabowo meskipun disebut ada pihak yang bersekongkol merebut rezeki rakyat. Ia mengakui banyak anak sekolah tidak memakan atau membuang makanan MBG, namun menurutnya hal itu bukan kesalahan pemerintah atau Bos MBG.
"Itu semua halal menurut mereka orang pintar-pintar itu," sebut Gandi merujuk pada pihak-pihak yang disebut mendapat rezeki dari program tersebut.
Gandi juga menyoroti risiko yang dihadapi mahasiswa dan masyarakat yang bersuara keras. Menurutnya, penglihatan mahasiswa atau masyarakat miskin yang muncul karena penderitaan bisa berakibat fatal, apalagi jika mengganggu ketenangan pejabat yang ingin menunjukkan Indonesia hebat dan makmur ke dunia.
"Masyarakat, mahasiswa saat ini diberi kebebasan memilih penglihatan apakah diam walaupun sangat sulit atas keadaan. Bersuara protes minta tolong melalui kelompok atau unjuk rasa risikonya tinggi, tapi bisa ada untungnya secara pribadi dibujuk dan dirayu agar membenarkan semua keadaan negara," ujarnya.
Ia mengibaratkan situasi ini seperti buah simalakama. "Kami tidak mampu memberi penglihatan hanya pasrah atau berdoa atau coba kita tanya rumput yang bergoyang. Kami akan coba bersuara semua yang dilakukan Prabowo baik MBG, Koperasi Merah Putih, walaupun penilaian orang banyak orang hebat memanfaatkan itu menerima rezeki luar biasa," tutup Gandi.
Pernyataan kontroversial ini muncul di tengah pengawasan publik terhadap penanganan kasus dugaan korupsi dalam program MBG yang melibatkan sejumlah pejabat dan pengusaha.