Bobby Nasution Beri Dua Opsi Selesaikan Retribusi Wisata Air Panas Karo, Pungutan Langsung ke Pengunjung Akan Dihapus

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 15:16:32 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution menawarkan dua opsi penyelesaian retribusi wisata air panas Karo.

MEDAN — Gubernur Sumut Bobby Nasution memberikan dua opsi penyelesaian persoalan retribusi di kawasan wisata air panas Karo. Opsi pertama menghentikan seluruh pungutan langsung ke pengunjung dan membebankannya kepada pengelola usaha, sementara opsi kedua tetap memungut retribusi namun dengan pengelolaan ketat.

Bobby Nasution mengaku lebih condong ke opsi pertama. Ia mencontohkan kemunduran kawasan Siosar yang sempat ramai sebagai pelajaran agar wisata Karo tidak bernasib sama.

“Setelah kita diskusi tadi kita lebih ke opsi pertama, tidak ada lagi retribusi karena kita ingin wisata Karo ini naik kelas,” kata Bobby di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Medan.

Mengapa Retribusi Langsung ke Pengunjung Jadi Masalah?

Bobby menjelaskan, praktik pungutan langsung yang selama ini dilakukan Pemda Karo justru diikuti oleh masyarakat setempat. Warga ikut memungut retribusi karena menganggap kawasan air panas di desa mereka bisa menjadi sumber pendapatan.

“Tidak sepenuhnya salah masyarakat karena sebelumnya Pemda juga melakukan pungutan, jadi masyarakat belajar dari situ,” ujarnya.

Dua Opsi yang Ditawarkan Pemprov Sumut

Opsi pertama menghapus retribusi langsung ke pengunjung. Biaya operasional kawasan akan ditanggung pengelola usaha melalui kenaikan harga tiket masuk, biaya parkir, dan tarif penginapan. Pemprov Sumut juga berjanji membantu Pemda Karo memperbaiki akses utama menuju lokasi wisata.

Opsi kedua mempertahankan retribusi ke pengunjung tetapi dengan sistem pengelolaan yang lebih ketat dan transparan. Tujuannya mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pungutan berlapis.

Respons Pemda Karo: Siap Berjaga 24 Jam

Bupati Karo Antonius Ginting menyatakan pihaknya mendukung opsi pertama. Ia berjanji mengedukasi masyarakat dan mengerahkan aparat untuk mengawasi kawasan wisata selama masa transisi.

“Kita siap berkantor di sana selama 24 jam. Kami, TNI, Polisi dan Satpol PP akan berjaga sepanjang hari. Bila perlu kami berkantor di sana demi wisata Karo naik kelas,” kata Antonius.

Pemda Karo diberi waktu hingga Senin (21/6) untuk memberikan jawaban tertulis kepada gubernur. Sejak rapat tersebut, seluruh pungutan di kawasan pemandian air panas Daulu dan Semangat Gunung sudah dihentikan sementara.

Hadir dalam pertemuan itu Sekda Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, jajaran OPD Pemda Karo, pengelola usaha wisata, serta Kepala Dinas Perhubungan, Kasatpol PP, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kepala BPKAD Sumut.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: topmetro.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top