Harga TBS Petani Swadaya di Batu Bara Terendah di Sumut, Capai Rp2.780 per Kg pada Pekan Ini

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 11:32:01 WIB
Petani swadaya di Batu Bara menerima harga TBS terendah Sumut sebesar Rp2.780 per kilogram pekan ini.

MEDAN — Kesenjangan harga TBS kelapa sawit antar kabupaten di Sumatera Utara kembali terlihat pada pekan ini. Kabupaten Batu Bara menempati posisi terbawah dengan harga Rp2.780 per kilogram, sementara di sisi lain, petani swadaya di Mandailing Natal (Madina) menikmati harga tertinggi mencapai Rp3.360 per kg.

Selisih Harga Capai Rp580 per Kg

Selisih harga antara kedua daerah itu cukup signifikan, mencapai Rp580 per kilogram. Data yang dirangkum elaeis.co dari Dinas Perkebunan Sumut menunjukkan posisi Madina sebagai pemuncak daftar harga TBS swadaya pekan ini.

Di bawah Madina, Kabupaten Labuhan Selatan (Labusel) mencatat harga Rp3.150 per kg. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang sama-sama berada di angka Rp3.050 per kg.

Daftar Harga di 16 Kabupaten Lainnya

Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) membukukan harga Rp2.920 per kg, diikuti Tapanuli Selatan (Tapsel) Rp2.910 per kg. Kabupaten Langkat mencatat harga kompetitif Rp2.905 per kg, sedangkan Asahan berada di Rp2.900 per kg.

Di wilayah pesisir, Tapanuli Tengah (Tapteng) mencatat harga Rp2.860 per kg. Simalungun berada di Rp2.845 per kg, Deli Serdang Rp2.830 per kg, dan Pakpak Bharat Rp2.820 per kg. Labuhan Batu Utara (Labura) tercatat Rp2.800 per kg, Labuhan Batu Rp2.850 per kg, dan Batu Bara menjadi yang terendah di angka Rp2.780 per kg.

Rata-rata Harga TBS Masih Stabil

Secara umum, harga TBS swadaya di Sumatera Utara pada periode ini berkisar antara Rp2.800 hingga Rp3.365 per kilogram. Meskipun terdapat perbedaan harga antar wilayah, Dinas Perkebunan Sumut menilai harga sawit swadaya secara keseluruhan masih cenderung stabil.

Data ini menjadi perhatian bagi petani swadaya di Batu Bara. Dengan selisih harga yang cukup jauh dari kabupaten tetangga, mereka berharap ada intervensi pasar atau kebijakan yang bisa mendongkrak harga jual di tingkat petani.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: elaeis.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top