Gubernur Sumut Bobby Nasution Perintahkan Penertiban Tambang Ilegal di Madina, Zakaria Rambe Minta Polisi Ikut Bertindak

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Senin, 06 Juli 2026 | 11:47:31 WIB
Gubernur Bobby Nasution perintahkan penertiban tambang ilegal di Mandailing Natal.

MEDAN — Perintah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution kepada jajarannya untuk membersihkan tambang ilegal di Mandailing Natal mulai berjalan. Tim terpadu gabungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumut diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penertiban administratif.

Langkah ini disambut positif oleh Zakaria Rambe. Menurutnya, tindakan tegas dari pemerintah provinsi merupakan angin segar di tengah kerusakan lingkungan yang kian parah di Madina.

Langkah Awal yang Perbut Dukungan Aparat

Zakaria menilai penertiban oleh tim terpadu pemprov baru sebatas tindakan administratif. Ia menekankan bahwa kerusakan lingkungan akibat PETI sudah mengarah pada tindak pidana yang membutuhkan kewenangan kepolisian.

“Penertiban oleh Pemerintah Provinsi ini merupakan langkah awal yang perlu disambut oleh pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Karena secara organisasi, tim terpadu ini hanya bisa melakukan tindakan administratif. Ternyata menyalahi aturan dan administrasi, bahkan mengarah ke tindak pidana, khususnya pengrusakan lingkungan,” tegas Zakaria dalam keterangannya, Senin.

Harapan Baru bagi Pemerhati Lingkungan

Sebagai Ketua JAMPI Sumut, Zakaria mengaku memiliki harapan baru setelah instruksi Gubernur Bobby Nasution dijalankan. Ia berharap sinergitas antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bisa menciptakan efek jera bagi para pelaku tambang ilegal.

“Dengan adanya tindakan ini, khususnya bagi kami pemerhati lingkungan merasa memiliki harapan baru. Kerusakan lingkungan di Madina sudah cukup parah. Semoga ini menjadi harapan baru dan adanya tindakan tegas dari APH,” harapnya.

Operasi Meluas ke Tapanuli Bagian Selatan

Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Dedy Jaminsyah Putra Harahap, menyatakan operasi penertiban tidak akan berhenti di Madina. Tim terpadu akan bergerak ke wilayah Tapanuli Bagian Selatan untuk melakukan pemetaan dan pembersihan lokasi tambang ilegal.

“Sesuai instruksi Gubernur, kita akan terus bergerak dan membersihkan PETI. Kita keliling nanti, dari Madina kita akan bergerak ke Palas dan Tapsel,” jelas Dedy.

Langkah ini diambil setelah Gubernur Bobby Nasution disebut sudah gerah dengan maraknya aktivitas pertambangan ilegal yang merusak lingkungan di Sumatera Utara. Penertiban administratif oleh tim terpadu menjadi pintu masuk sebelum proses hukum dilanjutkan oleh pihak kepolisian.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: sentralberita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top