BMKG Deteksi Arus Siklonik di Barat Sumut, 22 Kabupaten/Kota Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 13 Juli 2026

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Senin, 06 Juli 2026 | 18:40:32 WIB
BMKG deteksi arus siklonik di barat Sumut yang berpotensi picu hujan lebat hingga 13 Juli 2026.

MEDAN — Masyarakat Sumatera Utara diminta waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi terjadi mulai hari ini, Senin (6/7/2026), hingga 13 Juli 2026. Peringatan ini dikeluarkan BMKG Wilayah I Medan menyusul terdeteksinya arus siklonik di Samudera Hindia barat Sumatera yang memicu pembentukan awan konvektif signifikan.

Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Terdampak?

BMKG merinci 22 wilayah yang masuk dalam zona waspada. Di daratan Sumatera, daerah yang perlu diantisipasi meliputi Kabupaten Asahan, Batubara, Dairi, Deliserdang, Karo, Langkat, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Simalungun, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, dan Pakpak Bharat.

Untuk wilayah perkotaan, Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Gunungsitoli, serta seluruh wilayah Kepulauan Nias juga masuk dalam daftar daerah rawan hujan lebat.

Pemicu Cuaca: Dari Siklon hingga Pemanasan Siang Hari

Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi (MEWS) BMKG Wilayah I, Martha Rosefina Manurung, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang masih labil dan gelombang atmosfer turut mendukung proses konvektif.

"Cuaca di Sumut umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat. Pada pagi hingga siang hari cuaca cenderung cerah hingga cerah berawan, namun pemanasan yang cukup signifikan dapat memicu pertumbuhan awan konvektif pada sore hingga malam hari yang berpotensi disertai angin kencang secara lokal," ujar Martha dalam prospek cuaca mingguan BMKG.

Waktu Kritis: Sore hingga Malam Hari

BMKG mengingatkan bahwa pola cuaca ini cukup khas. Cuaca cerah di pagi hari justru bisa menjadi tanda adanya energi panas yang terakumulasi dan kemudian meledak menjadi hujan deras disertai angin kencang di sore hari. Masyarakat diimbau tidak lengah meskipun langit tampak cerah pada siang hari.

Potensi angin kencang secara lokal menjadi ancaman tambahan yang perlu diwaspadai, terutama bagi warga yang tinggal di daerah terbuka atau dekat dengan pohon besar dan papan reklame.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: hariansib.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top