MEDAN — Kekalahan telak di menit-menit akhir menjadi titik balik bagi perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026. Gol Spanyol pada menit ke-91 memupus harapan Portugal melaju ke perempat final. Martinez mengakui hasil itu sebagai akhir dari misinya.
“Ya, ini pertandingan terakhir saya bersama tim nasional Portugal,” kata pelatih berusia 52 tahun itu seperti dikutip Reuters. Ia menegaskan bahwa tujuannya sejak awal menerima pekerjaan adalah memenangkan Piala Dunia 2026. “Jika saya tidak mencapai itu, maka melanjutkan tidak ada artinya,” tegas Martinez.
Kontraknya resmi berakhir pada hari pertandingan melawan Spanyol. Ia menilai ini adalah waktu yang tepat bagi Federasi Sepak Bola Portugal untuk mencari pelatih baru.
Keputusan Martinez mempertahankan Cristiano Ronaldo di lapangan hingga akhir laga menuai kritik. Sementara itu, Goncalo Ramos yang mencetak gol penentu kemenangan melawan Kroasia di babak 32 besar justru tidak dimainkan. Martinez membela pilihannya: “Ketika tim membutuhkan gol, Anda tidak bisa menarik keluar penyerang tengah dan striker terbaik Anda. Ronaldo cukup fit dan setiap tembakan di kotak penalti membutuhkan pengalamannya.”
Ia mengakui bahwa Ramos bisa menjadi opsi jika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Namun, gol telat Merino menghancurkan rencana pergantian pemain dan mimpi terakhir Ronaldo di Piala Dunia.
Sebelum mundur, Martinez memuji kapten berusia 41 tahun itu. “Ronaldo adalah kapten yang patut dicontoh. Bukan hanya karena jumlah gol atau statistiknya, tetapi juga karena dedikasinya setiap hari, cara dia menjalani dan menghayati sepak bola. Dia adalah ikon, panutan yang harus kita hargai,” ujarnya.
Sebelumnya, Ronaldo yang meraih lima Ballon d’Or ini menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen besar terakhirnya bersama tim nasional Portugal.
Meski kalah di babak 16 besar, Martinez tidak melihatnya sebagai kegagalan total. “Kami bermain setara dengan salah satu kandidat juara. Saya sangat bangga dengan karakter dan fokus para pemain,” tambahnya. Ia menyebut kekalahan terjadi karena detail kecil di saat-saat terakhir, bukan karena performa buruk.