Dalam sesi dialog yang berlangsung di tengah acara, seorang peserta asal Kabupaten Mandailing Natal mengaku nekat bekerja di warung bakso setiap malam sepulang sekolah. Ia mengumpulkan uang sendiri agar bisa hadir di Jamdasu XI.
“Banyak teman bertanya mengapa saya bekerja sekeras itu hanya untuk mengikuti jambore. Tapi saya ingin hadir di sini untuk mendapatkan pengalaman dan melatih kedisiplinan,” ujarnya di hadapan Bobby.
Kisah serupa juga datang dari peserta asal Nias Barat dan Nias Selatan. Mereka menyampaikan persoalan infrastruktur, layanan kesehatan, dan pendidikan yang masih terbatas di kampung halaman.
Bobby menyalakan api unggun bersama ribuan peserta di malam puncak jambore. Ia menegaskan bahwa momen itu bukan sekadar seremoni, melainkan simbol semangat, optimisme, dan gotong royong yang harus terus dijaga oleh generasi muda.
“Malam hari ini saya beserta seluruh kepala daerah yang juga pembina Pramuka di daerahnya masing-masing berkesempatan hadir di tengah Jambore Daerah Sumut Tahun 2026. Kami bersyukur bisa berada di tengah kalian semua,” kata Bobby.
Menurutnya, kegiatan jambore mengajarkan banyak hal penting, mulai dari kedisiplinan, kemandirian, hingga cara menghadapi tantangan kehidupan nyata—termasuk ancaman narkoba dan dampak negatif perkembangan dunia digital.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan peserta, Bobby memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan mencatat nama-nama mereka yang berani menyuarakan kondisi daerahnya. Ia kemudian mengumumkan komitmen berupa program beasiswa.
“Kami ingin memastikan adik-adik bisa terus melanjutkan pendidikan sampai universitas. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memberikan beasiswa hingga perguruan tinggi bagi kalian,” tegas Bobby.
Jamdasu XI 2026 diikuti ribuan anggota Pramuka dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Ajang ini menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kemandirian bagi generasi muda dari berbagai latar belakang daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap, para bupati dan wali kota se-Sumut, serta pimpinan organisasi perangkat daerah kabupaten/kota.